Banjir Karawang Hari Kedua, 340 Rumah Terendam hingga 1.194 Warga Terdampak
KARAWANG, iNews.id - Sebanyak 340 rumah dengan 1.194 jiwa di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet hingga Senin (9/3/2026) siang. Ketinggian air masih sekitar 1 meter.
Banjir yang memasuki hari kedua tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian warga bahkan mulai meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Genangan air dilaporkan masih merendam ratusan rumah di tujuh rukun tetangga (RT) di Desa Karangligar. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum dan masjid juga ikut terendam banjir.
Sebelumnya genangan air hanya terjadi di empat RT. Namun luapan air membuat wilayah terdampak semakin meluas. Ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga lebih dari satu meter di beberapa titik permukiman warga.
Meski demikian, warga dan petugas menyebut kondisi banjir diperkirakan tidak akan meluas lagi. Hal ini menyusul debit air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang mulai berangsur menurun.
Namun genangan air masih sulit surut karena aliran air dari kawasan permukiman cukup lambat. Selain itu beberapa tanggul saluran air juga dilaporkan jebol. Desa Karangligar sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah langganan banjir di Kabupaten Karawang.
Setiap kali banjir terjadi, air biasanya baru surut setelah lima hingga tujuh hari.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kontur tanah yang rendah serta belum adanya tempat penampungan air sementara di wilayah tersebut.
Selain itu pompa penyedot air yang ada juga belum berfungsi optimal karena tidak didukung saluran pembuangan air yang memadai.
Salah satu warga terdampak banjir, Joni, mengaku berencana mengungsi ke kantor desa karena air terus meningkat sejak dini hari.
"Saya mau mengungsi ke kantor desa. Air sudah mulai naik sejak tengah malam, pagi hari sudah banjir dan terus meninggi," ujarnya, Senin (9/3/2026).
Sementara itu sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih tinggi. Namun sebagian lainnya masih bertahan di rumah untuk menjaga harta benda mereka.
Warga berharap banjir segera surut dan pemerintah dapat mencari solusi jangka panjang agar bencana banjir yang terus berulang setiap tahun dapat diatasi.
Editor: Donald Karouw