Balita di Tasikmalaya Meninggal akibat DBD

Asep Juhariyono ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 09:21 WIB
Balita di Tasikmalaya Meninggal akibat DBD
Balita laki-laki asal Kelurahan Cipari, Kota Tasikmalaya meninggal dunia karena DBD. Rabu (22/7/2020) (Foto iNews/Asep Juhariyono).

TASIKMALAYA, iNews.id - Balita laki-laki asal Kelurahan Cipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia pada Rabu (22/7/2020) malam karena terkena demam berdarah dengue (DBD). Kematian balita tersebut menambah jumlah korban akibat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti di Tasikmalaya.

Salah satu keluarga pasien, Muhidin mengatakan keponakannya itu masuk ke RSUD Kota Tasikmalaya sejak Senin (20/7/2020). Awalnya keponakannya itu mengalami gejala demam.

Mengetahui suhu tubuh tinggi, orang tua membawa anaknya ke dokter. Namun ternyata kondisi semakin parah, sehingga keluarga merujuk balita itu ke rumah sakit.


"Sudah dirawat 3 hari gejala awal panas demam gitu. Pas masuk (rumah sakit) dokter bilang sakit DBD," ucap Muhidin, Rabu (22/7/2020).

Muhidin menambahkan tempat tinggalnya sudah ada beberapa warga terkena DBD. Petugas Pusksesmas Cipari sudah melakukan fogging untuk memutus rantai penularan DBD.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan sebanyak 1.000 orang terkena DBD di Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 970 orang sudah sembuh.

"Memang sejak Januari sampai sekarang kasus DBD hampir 1.000 orang tercatat terpapar DBD. Dari 1.000 orang itu, 970 orang sembuh, sisanya 25 orang dalam perawatan," ucap dia.

Atas meninggalnya balita itu, kasus kematian akibat DBD di Tasikmalaya berjumlah 18 orang Dari jumlah itu, 12 orang di antaranya berusia anak-anak.


Editor : Faieq Hidayat