Ayah di Tasikmalaya Tega Perkosa Anak Kandung sampai Hamil

Sindonews.com ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 16:58 WIB
Ayah di Tasikmalaya Tega Perkosa Anak Kandung sampai Hamil
Ilustrasi (dok. iNews)

TASIKMALAYA, iNews.id - Seorang ayah asal Tasikmalaya, MM, diciduk polisi karena tega memperkosa anak kandungnya sampai hamil. Korban juga telah melahirkan bayi laki-laki karena perbuatan ayahnya itu.

Kasus asusila ini ditangani oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Petugas pun telah menangkap pelaku MM pada Senin, (13/1/2020). Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, yang melaporkan kejahatan tersebut yaitu istri MM.

Istri MM menerima informasi anaknya sakit perut, Senin (6/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Oleh pelapor dan suami membawa anaknya tersebut ke Klinik Melati di Cicariang untuk berobat.

BACA JUGA:

Penampakan Rumah Kosong di Bandung Lokasi Kerangka Manusia Ditemukan

Ini Sjak Fo Phang, 'Kembaran' IP Man Asal Singkawang

Namun dari hasil pemeriksaan oleh pihak klinik, diperoleh informasi bahwa anak pelapor atau korban akan melahirkan dan disarankan untuk dibawa ke rumah sakit guna memastikan benar atau tidaknya diagnosa dari klinik tersebut.

"Kemudian pelapor membawa korban ke RS Dr Soekarjo Kota Tasikmalaya dan langsung mendapat tindakan dari petugas medis. Sekitar jam 21.00 WIB korban melahirkan seorang bayi laki-laki," kata Erlangga, Kamis (16/1/2020).

Setelah bayi lahir, kata Erlangga, pelapor menanyakan kepada anaknya atau korban tentang siapa yang telah menghamili. Namun korban mengaku tidak tahu siapa yang menghamilinya.

Istri MM akhirnya curiga pada tingkah laku suaminya. Dia melaporkan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya.

"Kemudian ibu kandung korban melapor ke Polres Tasikmalaya Kota untuk pengusutan lebih lanjut," ujar Erlangga.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka MM mengaku telah memperkosa anak kandungnya itu sejak 2018 hingga April 2019. Pelaku terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

"Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 81 ayat (3) dan Pasal 82 ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang peubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman di atas 5 tahun penjara," ucap Erlangga.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq