Arus Balik Libur Idul Adha, Tol Pasteur Macet Parah Hingga 21 Km

Mujib Prayitno, Antara ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 20:39 WIB
Arus Balik Libur Idul Adha, Tol Pasteur Macet Parah Hingga 21 Km
Ribuan kendaraan yang akan kembali ke Jakarta terjebak kemacetan panjang di Tol Pasteur Bandung hingga 21 km, Minggu (2/8/2020). (Foto: iNews/Mujib Prayitno)

BANDUNG, iNews.id – Kemacetan parah terjadi di Jalan Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Minggu (2/8/2020) malam. Ribuan kendaraan yang akan kembali ke Jakarta terjebak kemacetan sepanjang 21 km pada H+2 arus balik libur Lebaran Idul Adha.

Kendaraan yang didominasi mobil pribadi tampak tidak bisa bergerak di ruas Tol Pasteur hingga kawasan Kali Urip.

Pantauan iNews, kemacetan panjang kendaraan itu sudah terlihat dari kawasan Jalan Junjunan hingga menuju gerbang masuk Tol Pasteur.

Kemacetan panjang tersebut lantaran adanya penyempitan lajur di Tol Cipularang arah Jakarta yang berimbas ke ruas Tol Pasteur dan Purbaleunyi arah Jakarta.

“Kendala utama ada di jalur Kali urip sehingga berimbas ke sini,” kata kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo.

Dia mengatakan, kemacetan panjang tersebut sudah diprediksi sebelumnya yang menjadi puncak arus balik libur Idul Adha. “Kita sudah prediksi sebelumnya. Hari ini merupakan puncak arus balik karena besok sudah pada masuk kerja lagi,” katanya.

Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan peningkatan arus yang terjadi pada arus mudik maupun arus balik yang terjadi disebabkan oleh masyarakat yang memaksimalkan momen libur Idul Adha.

"Kemarin kan Idul Fitri ada imbauan nggak boleh mudik, kalau sekarang kan nggak ada imbauan, jadi sekarang memaksimalkan benar untuk libur ini," kata Eddy.

Pada puncak arus balik ini, peningkatan volume kendaraan mulai nampak. Jika dibandingkan dengan momen mudik Idul Fitri, menurutnya volume kendaraan lebih banyak pada momen Idul Adha.

Sejauh ini, menurutnya polisi telah memberlakukan rekayasa lalu lintas melawan arus (contra flow) di Tol Jakarta-Cikampek, dari kilometer 65 hingga kilometer 47+100, tepatnya di kawasan Karawang.

Rekayasa itu dilakukan sejak pukul 14.00 WIB karena terjadinya peningkatan volume kendaraan. Menurut Eddy, hingga pukul 17.00 WIB pun volume kendaraan masih nampak padat, sehingga contra flow masih diberlakukan.

"Ini tadi sudah mulai ada lonjakan tinggi. Sekarang masih lumayan, masih flat sedang lah ya, tapi kepadatan mulai ada," kata Eddy.

Dalam situasi pandemi ini, Eddy mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan meski berada di dalam kendaraan. Kemudian, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan apabila beristirahat di rest area.

"Yang terpenting, jangan berhenti di bahu jalan, kalau memang merasa capek, masuk ke rest area. Kalau rest areanya tutup, masuk ke rest area berikutnya. Atau kalau nggak, ya sekalian aja keluar, exit dulu dari tol," kata Eddy.


Editor : Kastolani Marzuki