Alat Berat Disiagakan untuk Antisipasi Longsor di Jalur Gentong Tasikmalaya

Asep Juhariyono ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 11:35 WIB
Alat Berat Disiagakan untuk Antisipasi Longsor di Jalur Gentong Tasikmalaya
Alat berat disiapan di Jalur Gentong, Tasikmalaya, Selasa (24/12/2019) (Foto: iNews/Asep)

TASIKMALAYA, iNews.id - Polres Tasikmalaya mensiagakan 550 personel untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Alat-alat berat juga disiagakan ke sekitar jalur Gentong.

Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Anom Karibianto mengatakan alat berat disiapkan untuk di sejumlah titik-titik yang rawan longsor. Selain alat berat, polisi menyiapkan pula ambulans dan fasilitas penunjang lainnya.

"Ada beberapa titik di Gentong, di titik tersebut rawan longsor ke atas atau ke bawah. Ada juga lokasi-lokasi curam, kendaraan yang sudah bermanuver kita siapkan. Tukang ganjel kita siapkan, ambulans, alat derek. Kita harap semuanya lancar," kata Anom di Polres Tasikmalaya, Selasa (24/12/2019).

Anom mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas dari TNI hingga BPBD. Dia berharap semua petugas bersiaga untuk membantu lancarnya arus lalu lintas saat libur Nataru.

"Kebetulan pas musim hujan lumayan besar, kita melakukan upaya. Kita siap siaga apel bencana dengan segala unsur BPBD, TNI, Basarnas, Tagana, Dinsos. Diharapkan saat bencana datang sudah siap siaga," ucap Anom.

Sebelumnya, Polri mengatakan telah menyiapkan 160 ribu personel untuk mengamankan arus lalu lintas saat Nataru. Personel tersebut diterjunkan untuk mengamankan arus lalu lintas.

"Kurang lebih 160 ribu personel di seluruh Indonesia," kata Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Irjen Polisi Istiono dalam kegiatan peninjauan jalur Trans-Jawa di Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan, ratusan personel itu nantinya diterjunkan di jalan tol, arteri dan titik-titik yang memiliki potensi tinggi mengalami kemacetan saat masa libur tiba.

"Personel akan dikerahkan di titik-titik yang memang berdasarkan analisis, pengamatan, dan evaluasi rawan kemacetan," ujar Istiono.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq