Akibat Saluran Air Tersumbat, Kampung Sukahaji Bandung Barat Banjir Kotoran Sapi

Adi Haryanto · Senin, 30 Agustus 2021 - 16:01:00 WIB
Akibat Saluran Air Tersumbat, Kampung Sukahaji Bandung Barat Banjir Kotoran Sapi
Seorang warga Kampung Sukahaji, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, KBB, sedang membersihkan saluran air di pekarangannya yang tersumbat akibat banjir kotoran sapi. (Foto: Dok.Warga)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kampung Sukahaji, RT 01/01 Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diterjang banjir kotoran sapi. Kondisi tersebut terjadi imbas dari tersumbatnya saluran air di wilayah hulu. 

Diki, 54, warga yang pekarangannya terimbas banjir kotoran sapi mengatakan, ketebalan kotoran yang bercampur lumpur itu mencapai sekitar 10 sentimeter dengan bau menyengat. Ini adalah kejadian yang ketiga kalinya menyerang permukiman, namun untuk sekarang termasuk paling parah. 

"Di sini saja ada sekitar 40 rumah yang kena imbasnya. Penyebabnya dari peternakan sapi di Desa Pagerwangi yang terbawa hujan masuk ke sini," ucapnya.  

Mendapati informasi banjir kotoran sapi, pemerintah desa bersama unsur babinsa dan bhabinkamtibmas mendatangi perkampungan yang terdampak serta menelusuri saluran air di kawasan tersebut. 

"Ada rumor kalau banjir kotoran sapi itu sengaja dibuang saat hujan, tapi pas kita cek ada gorong-gorong (saluran air) yang tersumbat jadinya meluber saat hujan," kata Kepala Desa Kayuambon, Ayi Rohayati, Senin (30/8/2021).

Ayi menyebutkan, kotoran sapi itu buangan dari daerah yang di atasnya, seperti Bukanagara, Desa Pagerwangi. Di daerah tersebut memang terdapat banyak peternakan sapi, sedangkan di desanya pemilik sapi bisa dihitung dengan jari. 

Hanya karena saluran air tersebut tertutup ranting dan sampah, akhirnya warga Kayuambon yang terdampak. Namun pada saat kejadian petugas dari KPSBU Lembang dan masyarakat Pagerwangi juga turun membersihkan saluran yang tersumbat. 

"Saluran air yang tersumbat sudah dibersihkan, sekarang udah lancar. Supaya gak terulang, sebaiknya saluran air yang masih terbuka itu juga dipasang gorong-gorong," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: