Akibat Pandemi Covid-19, Tiga Hotel di Kota Bandung Tutup Permanen
BANDUNG, iNews.id - Akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, tiga hotel di Kota Bandung memilih tutup secara permanen untuk semua kegiatan usaha. Sementara puluhan hotel lain tetap beroperasi, sambari menawarkannya kepada investor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari membenarkan ada tiga hotel yang tutup permanen. Disbudpar telah menerima laporan terkait kabar tiga hotel tutup akibat pandemi.
"Sampai saat ini kami baru dapat laporan tertulis resmi, ada tiga hotel yang usahanya sudah tidak beroperasi atau tutup secara permanen," kata Kenny, Rabu (17/2/2021).
Menurut dia, tiga hotel yang tutup permanen itu akibat terdampak pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pandemi, okupansi hotel di Bandung sangat rendah, di bawah 15 persen.
Kondisi tersebut terjadi selama beberapa bulan. Saat adaptasi kebiasan baru (AKB) okupansi belum membaik dan kembali diperketat dengan kapasitas maksimal 30 persen saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
"Kondisi sekarang, okupansi hotel di Bandung rata-rata masih di bawah 15-20 persen. Cukup berat memang. Ditambah saat ini kondisi masyarakat juga masih mengurangi mobilitas keluar rumah," ujarnya.
Disinggung banyak hotel dijual, dia belum mendapat informasi pasti. Namun, informasi yang dihimpun MNC Portal Indonesia, puluhan hotel di Bandung dijual di situs online. Tak hanya hotel melati, hotel berbintang dengan ratusan kamar juga dijual dengan harga ratusan miliar.
Sementara untuk yang masih beroperasi, tutur Kenny, mayoritas hotel berjalan dengan sistem penghematan. Pengelola hotel merumahkan sebagian karyawan dan menerapkan bergantian masuk (shift kerja) bagi karyawan.
"Yang dilakukan pemerintah kota salah satunya adalah melakukan relaksasi ekonomi melalui Perwal, di mana kapasitas okupansi hotel ditambah menjadi 50 persen dari sebelumnya 30 persen. Kemudian sekarang ini sudah ada Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung. Mereka sedang merumuskan program pemulihan. Juga ada bantuan dana hibah dari Pemerintah Pusat," tutur Kenny.
Editor: Agus Warsudi