Ajaib, Ibu dan Bayi Ini Selamat saat Rumahnya Hancur Tertimpa Kontainer

Asep Juhariyono ยท Kamis, 05 September 2019 - 14:40 WIB
Ajaib, Ibu dan Bayi Ini Selamat saat Rumahnya Hancur Tertimpa Kontainer
Kontainer yang terlepas dan menimpa rumah warga hingga nyaris rata tanah di Tasikamalaya. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Keajaiban dialami Iis (33) dan Arsila (24 bulan) warga Kampung Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu dan bayi ini selamat meski rumahnya hancur tertabrak dan tertimpa truk kontainer seberat puluhan ton.

Kanit Lantas Polsek Kadipaten Iptu Edi mengungkapkan, kronologi kejadian ini berawal saat truk kontainer bermuatan palet dengan nomor polisi B 9051 UEJ, yang dikemudikan Ujang (53) warga Jakarta, memiliki masalah dan berhenti di tanjakan Gentong, Kamis (5/9/2019) pukul 04.00 WIB. Truk itu kemudian diganjal.

Namun tiba-tiba truk mundur dan kontainer atau peti kemasnya terlepas hingga jatuh dan menimpa rumah warga yang berada di tepi jalan. Rumah tersebut porakporanda, rusak parah hingga nyaris rata tanah.

“Dugaan awal ganjalannya terlalu kecil sehingga tak kuat menahan dan truknya pun berjalan mundur. Saat itu diduga terjadi kebocoran angin pada sistem penguncian hingga peti kemas terlepas,” katanya.


Ajaibnya dalam peristiwa itu, korban Iis dan bayinya Arsila selamat. Posisi mereka terjepit di bawah peti kemas namun tak memiliki luka berarti. Sementara Hendra, suami sekaligus ayah bayi mengalami luka benturan dan harus menjalani perawatan karena terkena reruntuhan bangunan.

“Saya lagi tidur, tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba terbangun dan kaget sudah dalam posisi terjepit di bawah kontainer truk,” kata Iis.

Warga dan polisi yang datang ke TKP kemudian menyelamatkan mereka. Sementara korban Hendra dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“Alhamduilah kami tidak luka sama sekali. Hanya suami saya yang terluka,” ucapnya.

Kasus kecelakaan tersebut kini sudah ditangani jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Kadipaten. Para korban juga suhda mendapat penanganan.


Editor : Donald Karouw