Air Panas Muncul di Sumur Milik Warga Cimahi

Sindonews.com ยท Sabtu, 01 Februari 2020 - 18:30 WIB
Air Panas Muncul di Sumur Milik Warga Cimahi
Sumur di Cimahi Keluarkan Asap dan Air Panas, Sabtu (1/2/2020) (Foto: Sindonews)

CIMAHI, iNews.id - Sebuah sumur tua berumur sekitar 47 tahun di rumah Hambali (68), warga Jalan Kihapit Barat, RT 02/09, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, tiba-tiba mengeluarkan asap dan berhawa panas.

Hambali pun panik lalu melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. Dia khawatir asap yang mengepul dari sumur miliknya tersebut mengandung racun dan membahayakan keluarganya. Apalagi, suhu air sumurnya juga berubah menjadi panas.

"Ketahuannya pada Rabu (29/1/2020) lalu, saat saya akan mengambil air tiba-tiba asap pekat keluar dan suhunya menjadi panas. Saat diukur pake termometer, suhu airnya mencapai 42 derajat celcius," kata Hambali saat ditemui Sabtu (1/2/2020).

Dia menerangkan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda aneh dari sumur miliknya yang berkedalaman 26 meter dan berusia 47 tahun itu.

Sehingga saat hendak mengambil air di sumur yang berada di bagian belakang rumahnya dia tidak curiga. Awalnya pun saat melihat kepulan asap, dirinya menduga karena disebabkan terjadi konsleting dari mesin pompa.

Tapi saat dicek, ujar dia, mesin pompanya dalam kondisi baik. Yang membuatnya khawatir yaitu karena air dan dinding sumur juga berubah menjadi panas.

"Kami khawatirnya racun atau ada kebocoran pipa gas. Apalagi di dekat rumah kami ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE)," ujar dia.

Atas laporan tersebut, petugas dari kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan DLH Kota Cimahi, bersama pihak SPBE datang ke kediaman Hambali. Petugas mengambil sample air sebanyak dua jerigen.

Hasil dari uji lab air tersebut baru akan diketahui dalam dua minggu ke depan. Sementara hari ini, suhu air di sumur Hambali telah turun jika dibandingkan sebelumnya.

Namun Hambali tidak berani memakai air sumurnya untuk minum sebagai antisipasi jika ada kandungan zat berbahayanya.

"Kalau sekarang suhunya hangat tidak terlalu panas, seperti pada saat awal muncul kepulan asap. Paling saya pakai airnya buat mandi dan mencuci saja. Kalau dipakai minum tidak berani," kata Hambali.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq