Ade Yasin Akan Kerahkan TNI Bangun Jalur Puncak Dua Jika Proposal Tak Ditanggapi Kementerian PUPR

Antara ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 14:32 WIB
Ade Yasin Akan Kerahkan TNI Bangun Jalur Puncak Dua Jika Proposal Tak Ditanggapi Kementerian PUPR
Bupati Bogor Ade Yasin, Selasa (18/2/2020) (Foto: iNews/Furqon Munawar)

BOGOR, iNews.id - Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku akan mengerahkan pasukan TNI untuk menggarap Jalur Puncak Dua atau biasa disebut Poros Tengah Timur (PTT), jika permohonan membangun jalan alternatif Jalur Puncak Cisarua itu tak kunjung digubris Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dia menunggu hingga 2021.

"Kalau sampai 2021, kita tidak dibantu dan kita sudah bikin proposal dan kalau tidak juga ditanggapi, kita nekad saja oleh TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa)," ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/2/2020).

Ade mengatakan Kabupaten (Pemkab) Bogor juga sudah menyiapkan Rp5 miliar untuk pembukaan jalan yang menghubungkan antara Sukamakmur Kabupaten Bogor dengan Cipanas Kabupaten Cianjur itu. Dia menyebutkan anggaran tersebut bisa digunakan oleh TNI melalui program rutin gotong royong bernama TMMD.

"Kita buka aja dulu yang penting. Dananya sudah disiapkan Rp5 miliar untuk PTT. Jadi harus ada upaya paksa, bertahap saja. Kalau Rp5 miliar tidak cukup bisa ditambah lagi," kata Ade Yasin.

Dia menyebut Jalur Puncak Dua diperlukan untuk memecah kepadatan volume kendaraan di Jalur Puncak Cisarua yang kerap terjadi, terlebih pada setiap akhir pekan.

"Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan," katanya.

Selain mempermudah akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya Rp1,2 triliun itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar.

"Jika dilihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim," katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq