8 Mahasiswa asal Bandung Barat Dikirim ke Universitas Hiroshima Jepang

Adi Haryanto ยท Rabu, 18 November 2020 - 22:12:00 WIB
8 Mahasiswa asal Bandung Barat Dikirim ke Universitas Hiroshima Jepang
Mahasiswa dari KBB diberangkatkan ke Jepang untuk mendapat beasiswa kuliah di Universitas Hiroshima atas peran Bandung Barat-Japan Connection. (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Bandung Barat-Japan Connection mengirimkan delapan mahasiswa dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) menimba ilmu di Universitas Hiroshima (Hiroshima Daigaku) Jepang. Lembaga kerja sama itu memberikan beasiswa belajar selama lima tahun di universitas yang berdiri pada 1929 itu.

"Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi warga KBB yang bisa berangkat dan menimba ilmu di Jepang yang notabene negara maju," kata inisiator dan penanggung jawab Bandung Barat Gakuin (BBG) Bob Sofyan, Rabu (18/11/2020).

BACA JUGA:

Bob mengemukakan, program ini menjadi bukti nyata dan keseriusan BBG setelah diluncurkan pada pekan lalu. Apalagi ternyata banyak alumni-alumni Jepang yang berasal dari KBB. Mereka masih memiliki jaringan kuat dengan perusahaan dan investor yang butuh banyak pegawai dari Indonesia.

Warga Sindangkerta, KBB Asep Muhamad Zain yang sudah lama berkarier di Jepang dan tergabung dalam BBG mengatakan, banyak perusahaan Jepang yang mencari pekerja Indonesia.

Sistemnya ada yang didatangkan dari Indonesia atau ada juga yang mereka kuliah di Jepang dan direkrut setelah lulus. "Seperti delapan orang yang berangkat kuliah ini, mereka akan dipantau dan ketika lulus bisa langsung kontrak kerja," ujar Asep.

Dia menuturkan, pada tahap pertama ini delapan orang yang berangkat karena aturan krantina wilayah selama pandemi Covid-19. Dua pekan kemudian akan diberangkatkan lagi delapan orang. Mereka mendapatkan beasiswa selama belajar di Jepang dan kesempatan kerja part time atau paruh waktu.

"Mereka akan belajar bahasa Jepang selama dua tahun dan dilanjutkan ilmu kejuruan selama tiga tahun. Saya rasa etos kerja warga KBB sudah sesuai standar Jepang jadi tidak akan sulit beradaptasi," tuturnya.

Editor : Agus Warsudi