5.428 Hewan Kurban Diperiksa, Tim Keswan KBB Temukan 39 Sakit

Adi Haryanto ยท Kamis, 15 Juli 2021 - 15:50:00 WIB
5.428 Hewan Kurban Diperiksa, Tim Keswan KBB Temukan 39 Sakit
Petugas Dispernakan KBB sedang memeriksa hewan kurban dan ditemukan puluhan ekor dalam kondisi sakit. (Foto/Dok.MPI)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Sebanyak 5.428 hewan kurban yang menjalani pemeriksaan oleh petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hasilnya ditemukan 39 hewan kurban dalam kondisi sakit.

Kepala Dispernakan KBB, Unang Husni Thamrin mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara hewan kurban tersebut, diketahui ada ratusan hewan yang belum memenuhi kriteria untuk dikurbankan. 

"Pemeriksaan hewan kurban terus berjalan, sejauh ini sudah ada 5.428 hewan yang diperiksa. Dari jumlah tersebut 300 ekor di antaranya masih berusia muda dan 39 ekor lainnya mengalami sakit ringan," kata dia, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilakukan hingga hari Idul Adha. Sehingga tidak menutup kemungkinan masih ditemukan hewan yang belum cukup umur atau sakit, sehingga akan diminta untuk tidak dikurbankan.

Diakuinya, di KBB juga sering kedatangan hewan kurban dari luar daerah yang dijual di lapak-lapak tertentu. Pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya mulai H-7 hewan kurban dari luar daerah mulai berdatangan. Seperti dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

"Berkaca dari tahun sebelumnya, lapak penjual hewan kurban itu biasanya mencapai 400-an, tersebar di sejumlah wilayah KBB. Sampai sekarang saja, yang terdata sudah lebih dari 150 lapak," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan Unang, sebenarnya stok domba kurban dari wilayah KBB cukup aman. Jumlahnya mencapai 6.000-an dari jumlah populasi puluhan ribu. Terkecuali untuk sapi, KBB masih mendatangkan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengingat polulasi sapi di KBB kebanyakan adalah sapi perah.

Untuk memeriksa kesehatan hewan kurban itu, pihaknya menyiapkan sebanyak 40 petugas Tim Pemeriksa Keswan. "Meski sedang pandemi Covid-19, tapi kita tetap harus menjamin kesehatan hewan kurban itu. Baik sebelum dipotong (ante mortem), serta pemeriksaan kesehatan daging (post mortem) setelah dipotong," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: