3 Bibit Siklon Terdeteksi di Indonesia, Hujan Lebat Diperkirakan Terjadi di Jabar
BANDUNG, iNews.id - Tiga bibit siklon terdeteksi di wilayah Indonesia hingga bisa berdampak terjadinya cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Khusus di Jawa Barat, hujan diperkirakan akan terjadi kategori sedang dan lebat pada periode 6 hingga 12 Februari 2023.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk iaga dan waspada menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan yang disertai angin kencang. Cuaca esktrem dapat menimbulkan banyak kerugian, baik secara materil dan imateril. Selain itu, cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Tiga bibit sikon tersebut masing-masing, Bibit Siklon Tropis 94S yang terpantau berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot, dan tekanan udara minimum 1000.2 mb. Sistem ini bergerak ke arah timur tenggara dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang.
"Kemunculan tiga bibit siklon tropis ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Deputi Meteorologi Guswanto menerangkan kemunculan tiga bibit siklon ini juga berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi. Tinggi gelombang bervariasi mulai dari 1,25-6 meter.
Maka dari itu, lanjut Guswanto, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk siap-siaga dan waspada menghadapi cuaca ekstrem. Salah satunya dengan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
Selain itu, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
"Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Khusus yang berada di wilayah lereng pegunungan dan bukit waspadai tanah longsor, dan yang berada di daerah aliran sungai waspada banjir bandang," ucapya.
Editor: Asep Supiandi