get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

22.500 Personel TNI-Polri Siap Amankan Proses Pemilu 2019 di Jabar

Rabu, 19 September 2018 - 17:07:00 WIB
22.500 Personel TNI-Polri Siap Amankan Proses Pemilu 2019 di Jabar
Apel gelar pasukan operasi Mantap Brata Lodaya 2018 di lapangan Gasibu Bandung, Rabu (19/9/18). (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Jelang tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melaksanakan apel gelar pasukan operasi Mantap Brata Lodaya 2018 di lapangan Gasibu Bandung, Rabu (19/9/18).

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan memimpin apel tersebut, serta disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

"Dengan gelar apel ini akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat menghadapi Pileg dan Pilpres mendatang," kata Uu.

Kampanye calon anggota DPR, DPD, DPRD serta Capres dan Cawapres, akan dimulai tanggal 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Uu optimistis selama berlangsungnya  tahapan tersebut akan berjalan aman dan lancar di seluruh Jabar.

Dia berkaca pada pesta demokrasi sebelumnya yang berlangsung kondusif karena budaya masyarakat Jabar yang santun dan religius. "Saya yakin di Jabar akan aman seperti biasanya," ujar Uu.

Imbauan juga ditujukan kepada politisi dan para pendukungnya agar membangun hubungan silaturahmi walapun berbeda partai. Hal ini untuk menjaga kondusifitas di Jabar yang sudah berjalan baik.

"Kami mengimbau kepada politisi harus membangun hubungan silaturahmi yang kuat walaupun berbeda partai dengan itu Insya Allah tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sementara itu, Kapolda Jabar menyebutkan untuk pengamanan selama Pileg dan Pilpres pihaknya menurunkan 22.500 personel yang terdiri atas polisi sebanyak 14.500 orang dan 8.000 orang dari Kodam III Siliwangi. Agung mengatakan, pola pengamanan yang dilakukannya akan menyesuaikan dengan jadwal kegiatan dari KPU.

"Pola pengamanannya kami akan menyesuaikan dengan kegiatannya dulu. Tapi berkaca dari kampanye sebelumnya kebanyakan blusukan ya kemudian di media sosial (medsos) juga," kata Agung.

Untuk mengawasi kegiatan kampanye melalui medsos, dia telah mempersiapkan tim cyber Polda Jabar. Tim ini akan melakukan patroli di dunia maya. Bila menemukan konten yang mengarah pada unsur ujaran kebencian dan fitnah akan langsung diproses hukum.

"Patroli cyber juga sudah berfungsi mereka beroperasi bila ada konten yang mengarah pada unsur ujaran kebencian dan fitnah kita akan lakukan penyelidikan dan diproses hukum," ujarnya.

Agung mengatakan, para anggotanya sudah sangat siap melakukan pengamanan. Mereka sudah dilatih praoperasi terutama berkaitan dengan pengawalan VVIP. "Mereka sudah dilatih tinggal pelaksanaannya saja," katanya.

Dia juga sudah memetakan daerah yang memiliki kerawanan cukup tinggi. Agung tidak menyebut daerah mana saja yang dinilai rawan namun penanganannya akan berpedoman pada penyelenggaraan Pilpres 5 tahun lalu digabungkan dengan Pilkada serentak 2018 Jabar.

"Untuk netralitas saya pastikan juga tetap terjaga, ini sudah dibuktikan di pilkada kemarin tidak ada satupun laporan yang tidak netral," ujar Agung.

Editor: Muhammad Saiful Hadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut