get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap! Alasan Lisa Mariana Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Ternyata karena Ini

21 Pasar Tradisional Telah Direvitalisasi Pemprov Jabar

Sabtu, 05 Maret 2022 - 12:51:00 WIB
21 Pasar Tradisional Telah Direvitalisasi Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/3/2022). (Foto: MPI/Hasan Hidayat)

BANDUNG, iNews.id – Sebanyak 21 pasar tradisional telah direvitalisasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (RK) mengatakan Pemprov Jabar menargetkan merevitalisasi 25 pasar tradisional.

"Sejauh ini dari 25 pasar yang ditargetkan direvitalisasi, 21 pasar direvitalisasi dengan dana sebesar Rp229,7 miliar dari bantuan keuangan Pemda Provinsi Jawa Barat," kata Ridwan Kamil dalam keterangan persnya, Sabtu (5/3/2022).

Terbaru, RK meresmikan dua pasar tradisional sekaligus hasil revitalisasi Program Pasar Rakyat Jabar Juara di Kabupaten Cirebon. Kedua pasar terbesar se-wilayah III Jabar itu adalah Pasar Pasalaran dan Pasar Kue Weru.

"Istimewa, biasanya saya hanya meresmikan satu pasar tapi sekarang sekaligus dua pasar di Cirebon, menandakan betapa pentingnya revitalisasi pasar yang menjadi jantung ekonomi di Jabar," ujarnya.

Revitalisasi Pasar Pasalaran menelan biaya Rp9,2 miliar dan Pasar Kue Waru Rp13,5 miliar. Sementara itu di 2022, akan ada satu unit pasar yang akan direvitalisasi dengan dana Rp4 miliar.

"Kita akan terus memperbaiki pasar agar ekonomi rakyat jadi nomor satu lagi pascapandemi Covid-19," tuturnya.

Dia juga menuturkan melalui program Pasar Rakyat Jabar Juara, semua pasar tradisional di Jabar ditargetkan tidak ada lagi yang kondisinya kumuh dan semrawut.

"Saya bercita-cita semua pasar tradisional di Jabar tidak ada lagi yang kumuh dan semrawut. Saya juga senangnya ke pasar tradisional karena pemilik tokonya adalah masyarakat umum bisa sambil berdialog dan tawar menawar, di situlah letak kearifan lokalnya. Syaratnya pasarnya bersih dan rapi sehingga golongan masyarakat menengah atas makin ramai ke pasar tradisional," ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan keistimewaan dari Pasar Pasalaran yaitu sudah memiliki sistem pembayaran nontunai. Pengelola pasar bekerja sama dengan Bank Indonesia dan bank BJB menyediakan pembayaran melalui QRIS

"Ini menjadi target kedua di mana masyarakat tidak lagi bayar tunai tapi nontunai lewat QRIS yang akan jadi standar baru," tuturnya.

Editor: Dita Angga Rusiana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut