2 Terduga Teroris Jaringan JAD yang Ditangkap di Cirebon Diduga Akan Beraksi saat Pelantikan Presiden

Toiskandar ยท Jumat, 18 Oktober 2019 - 19:38 WIB
2 Terduga Teroris Jaringan JAD yang Ditangkap di Cirebon Diduga Akan Beraksi saat Pelantikan Presiden
Tim Inafis Polresta Cirebon dan Densus 88 membawa sejumlah barang bukti dari rumah terduga teroris di Cirebon, Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Dua terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Kota Cirebon, Jawa Barat diduga hendak melancarkan aksi terornya saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu (20/10/2019) mendatang.

Kedua terduga teroris itu yakni berinisial A dan W. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda. A ditangkap di Tengahtani, Kelurahan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Sedangkan W ditangkap di Jalan Suratno, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Selain menangkap kedua terduga teroris, Densus 88 dan petugas Polresta Cirebon juga menggeledah rumah kedua terduga teroris yang berjualan kue tersebut.

Dari penggeledahan itu, ditemukan sejumlah senjata tajam, buku jihad, cairan kimia bahan peledak, topeng, busur panah, dan pipa paralon yang diduga akan digunakan untuk membuat bom rakitan.

Kapolresta Cirebon, AKBP Ronald Ronaldy mengatakan, kedua terduga teroris itu merupakan jaringan jamaah ansharut daulah (JAD) Bekasi, Jawa Barat.

“Penggeledahan hari ini ditemukan buku-buku, alat panah dan jam. Kedua terduga ini sudah dibawa dan diperiksa. Mereka jaringan JAD,” katanya.

Dalam penggeledahan tersebut, sejumlah warga ikut menyaksikan dari jauh. Mereka mengaku tidak mengenali terduga teroris yang diamankan.

Bahkan untuk namanya pun warga mengaku tak tahu. Mereka selama ini hanya sekadar kenal muka karena orangnya pendiam dan tidak bergaul dengan masyarakat lain.

“Itu memang rumah sendiri gak ngontrak. Sudah lama tinggal di situ. Tapi orangnya tertutup, bagaimana ya saya juga kurang paham. Nama mereka juga saya tidak tahu. Tapi selama ini mereka kerja jualan kue, nanti ada orang ambil dan taruh di warung-warung,” kata Sekretaris RW 3 Kejaksan, Nani Srimulyani.


Editor : Kastolani Marzuki