15.503 Pekerja di KBB Bakal Dapat Subsidi Gaji Rp2,4 Juta dari Pemerintah

Adi Haryanto · Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:01:00 WIB
15.503 Pekerja di KBB Bakal Dapat Subsidi Gaji Rp2,4 Juta dari Pemerintah
Peserta mengantre di KCP BP Jamsostek Bandung Barat sebelum pandemi Covid-19. Hingga kini sudah 13.955 data rekening pekerja aktif dari 530 perusahaan yang sudah dilaporkan. (Foto: iNews/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id – Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat alokasi kuota sebanyak 15.503 orang pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta untuk menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah pusat. Hingga Jumat (28/8/2020), data yang masuk ke KCP BP Jamsostek Bandung Barat sudah ada 13.955 pekerja dari total 530 perusahaan yang data nomor rekening sudah dimasukkan.

“Kuotanya KBB dapat 15.503 pekerja dan sudah ada 13.955 pekerja yang nomor rekeningnya terdata dan di-upload. Namun, data itu masih terus akan ada penambahan mengingat masih terus dilakukan pendataan,” kata Kepala Cabang Perintis (KCP) Bandung Barat, BP Jamsostek, Waluyo Suparto, Jumat (28/8/2020).

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB, Iing Solihin menyebutkan, sudah melayangkan surat ke perusahaan-perusahaan sejak 10 Agustus 2020. Pihaknya juga melakukan sosialisasi agar perusahaan segera menyerahkan data dan nomor rekening aktif pekerja yang gajinya di bawah Rp5 juta untuk mendapatkan subsidi gaji.

“Data pengajuan penerima bantuan itu harus sudah masuk ke BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) paling lambat 31 Agustus 2020,” katanya.

Iing meminta agar perusahaan cepat menyerahkan data-data tersebut mengingat ada keterbatasan kuota. Data itu juga nantinya akan divalidasi oleh pihak BP Jamsostek hingga akhirnya muncul siapa yang akan mendapat BSU senilai total Rp2,4 juta. Program ini merupakan kepedulian dari pemerintah pusat melalui Presiden Jokowi kepada pekerja yang terimbas Covid-19.

“Validasi data dan rekening oleh BPJS Ketenagakerjaan, siapa yang akhirnya mendapat bantuan itu kementerian yang menentukan. Kami hanya mendorong agar perusahaan segera melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Pihaknya sangat mendukung agar pekerja yang berhak mendapat BSU segera diajukan. Proses pencairannya dilakukan langsung ke rekening pribadi yang disetorkan perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan Rp1,2 juta per dua bulan.

Penyerahan BSU pertama secara simbolis sudah dilakukan lewat virtual oleh oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara kepada para perwakilan pekerja, Kamis (27/8/2020). Pada gelombang pertama pemberian BSU secara nasional pemerintah menyalurkannya kepada 2,5 juta pekerja.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden agar subsidi ini digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, BSU ini bisa meningkatkan daya beli pekerja dan mendongkrak konsumsi, sehingga menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Editor : Maria Christina