138 Santri Penghafal Alquran di Garut Dapat Penghormatan dan Hadiah Uang dari Kuwait

Antara ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 02:30:00 WIB
138 Santri Penghafal Alquran di Garut Dapat Penghormatan dan Hadiah Uang dari Kuwait
Perwakilan dari Kuwait memberikan pengharhaan kepada para penghafal Alquran di Pondok Pesantren Darusaalam, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). (Foto: Antara)

GARUT, iNews.id – Sebanyak 138 santri penghafal Alquran di Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat penghargaan dari perwakilan International Islamic Charity Organization Kuwait. Mereka juga mendapat penghormatan langsung sekaligus hadiah yang diserahkan dalam acara wisuda hafidz dan hafidzah, Sabtu (11/1/2020).

“Ada tamu dari Kuwait 50 orang dan memberi kehormatan kepada kita. Mereka juga diberi hadiah 100 Dollar Amerika Serikat atau Rp1,4 jutaan, masing-masing,” kata Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, KH Abdullah Said Baharmus.

Abdullah mengatakan, santri yang lulus dan telah dinyatakan hafal Alquran sebanyak 138 orang. Mereka terdiri atas 98 santriwan dan santriwati Pesantren Darussalam dan 40 orang dari Pesanten Walantaka, Banten.

“Seluruh penghafal Alquran usia pelajar itu telah mengikuti proses kegiatan hafalan yang sangat ketat hingga akhirnya berhasil dan mampu menghafal Alquran,” katanya.

 

BACA JUGA: Tabuhan Rebana Santri Iringi Misa Natal di Gereja Mater Dei Semarang

 

Mereka selanjutnya akan membantu para santri di pesantren untuk menghafal Alquran. Setelah itu, mereka akan pulang ke rumah untuk mengabdi ke masyarakat, memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Saat pulang ke rumahnya masing-masing mereka harus berdedikasi untuk bangsa dan negara,” katanya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, KH Asep Solahuddin Mu’thie menambahkan, wisuda penghafal Alquran tersebut merupakan gelombang pertama. Selanjutnya, empat tahun berikut akan menggelar wisuda serupa.

Seluruh santri berprestasi yang diwisuda merupakan hasil seleksi dari sekian banyak santri. Mereka kemudian mengikuti setiap tahapan yang sangat ketat hingga akhirnya lulus menjadi penghafal Alquran.

“Program ini gelombang pertama. Nanti dimulai lagi yang baru sampai empat tahun, empat tahun sekali diwisuda,” katanya.

 

BACA JUGA: Asrorun Niam Sholeh Raih Penghargaan Santri of The Year 2019

 

Salah seorang santriwati penghafal Alquran dari Pondok Pesantren Darussalam Imelda Fitriana (16), mengaku senang bisa diwisuda sebagai penghafal Alquran bersama para santri lain.

Sambil menangis, Imelda menceritakan kisahnya selama mengikuti kegiatan menghafal Alquran. Dia harus memulai dari tahapan hafalan setiap juz selama satu tahun enam bulan, kemudian selama dua bulan proses hafalan untuk 30 juz.
“Ini semua karena Allah, hingga saya bisa. Persiapannya pertama, jelas niatkan pada harkatnya karena Allah, niat untuk menjadi lebih baik,” kata Imelda.

Santriwati asal Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut itu mengatakan, selama dua bulan hanya fokus mengikuti kelas khusus menghafal Alquran. Setiap hari, dia harus menghafal sampai selesai sebanyak 30 juz. “Selama dua bulan, kita dikhususkan untuk masuk kelas khusus, tidak mengikuti kegiatan pondok selama dua bulan,” katanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan yang hadir dalam acara wisuda penghafal Alquran menyatakan bangga kepada para santri. Di usianya yang masih muda, mereka sudah mampu menghafal Al Quran.

Pemkab Garut siap mendukung untuk mencetak generasi penghafal Alquran. Salah satunya membuat peraturan daerah tentang pendidikan. Kemudian, membangun sarana dan prasarana untuk menunjang program hafalan Alquran tersebut.

“Kami akan membangun tempat tahfidz Quran bersamaan dengan kantor Baznas, perpustakaan muslim, dan ada tiga lantai. Untuk bangunan (anggaran) Rp6 miliar,” katanya.

Editor : Maria Christina