12.951 Ibu di Bekasi Hamil Selama Pandemi Covid-19

Abdullah M Surjaya, Sindonews ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 15:42 WIB
12.951 Ibu di Bekasi Hamil Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi. (Foto AFP).

BEKASI, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mencatat 12.951 ibu hamil selama pandemi virus corona atau Covid-19. Data tersebut dihimpun sejak Maret hingga April 2020.

Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, kunjungan pertama ibu hamil sepanjang Maret 2020 berjumlah 6.551 orang, sedangkan bulan berikutnya sebanyak 6.400 orang. Pada Maret dan April tahun lalu jumlahnya masing-masing 7.075 dan 7.052.

"Kalau ditotal di dua bulan tahun lalu angka kehamilan mencapai 14.127 orang, sedangkan dua bulan kemarin (Maret dan April) 12.951 ibu hamil," ucap Sri Enny di Bekasi, Selasa (9/6/2020).

Menurut dia, angka kehamilan tahun ini tercatat menurun dibandingkan periode tahun sebelumnya. “Ada penurunan sekitar 8,4% dibanding tahun lalu,” katanya.

Dinkes Kabupaten Bekasi melakukan pemetaan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Selain itu, Dinkes Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan puskesmas di kecamatan masing-masing terhadap ibu hamil dan bayi kategori risiko tinggi.

"Kunjungan rumah ibu hamil dan bayi dilakukan dengan perjanjian lewat telepon selular bekerja sama dengan ibu kader posyandu. Selain itu kami juga membuat WA (WhatsApp) grup ibu hamil dengan membahas materi yang ada di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)," ucapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supria Dinata mengatakan penurunan angka kehamilan disebabkan sejumlah faktor salah satunya kebijakan penundaan pernikahan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Selain itu sejumlah ibu memutuskan untuk menunda pemeriksaan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan karena kondisi pandemi Covid-19.

"Ada juga warga yang sengaja menunda kehamilan karena khawatir jika melahirkan di masa Covid-19. Karena jika bulan ini mulai program, akan ketahuan hamil pada dua bulan mendatang. Untuk data bulan Mei belum masuk. Paling bulan Juli dan Agustus kita baru bisa lihat meningkat apa tidak. Kalau sekarang masih naik turun," katanya.


Editor : Faieq Hidayat