12 Kali Beraksi, Pencuri Spesialis Minimarket Ditangkap Polsek Padalarang

Sindonews ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 18:50 WIB
12 Kali Beraksi, Pencuri Spesialis Minimarket Ditangkap Polsek Padalarang
Kapolsek Padalarang Kompol Supriati didampingi Kanit Reskrim Iptu Yasmin Badruzzaman menunjukkan barang bukti hasil kejahatan pelaku curat minimarket di Mapolsek Padalarang, Kamis (23/1/2020). (Foto: SINDOnews)

BANDUNG BARAT, iNews.id – Setelah 12 kali beraksi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis minimarket ditangkap polisi. Dalam aksinya, pelaku bernama Nyanyang kerap menjebol atap, plafon, dan merusak kunci gembok dibekuk jajaran Satreskrim Polsek Padalarang.

Kapolsek Padalarang Kompol Supriati mengatakan, selain Nyanyang, jajaran Satreskrim Polsek Padalarang juga mengamankan dua penadah barang-barang hasil curian di wilayah Cipanas dan Cianjur. Masing-masing bernama Muhaimin bin Mupdar dan Ridwan Firmansyah.

“Kami juga mengamankan barang bukti 1.140 bungkus rokok berbagai merek dari tangan tersangka,” ujar Supriati didampingi Kanit Reskrim Iptu Yasmin Badruzzaman saat gelar perkara di Mapolsek Padalarang, Kamis (23/1/2020).

 

BACA JUGA:

4 Orang Tewas di Tasikmalaya Usai Tenggak Miras Oplosan, 3 Masih Pelajar

Viral SUV Diduga Lindas Warga di Bandung, Polisi: Tak Ada Luka Berat, Lecet Ada

 

Tersangka Nyanyang ditangkap pada Senin 13 Januari 2020 di sekitar Pasar Tagog, Desa Kertamulya, Padalarang, sekitar jam 23.00 WIB. Saat penangkapan, polisi terpaksa menembak Nyanyang di bagian kaki karena residivis kasus sama dan pernah dua kali menghuni Lapas Cianjur itu, berusaha kabur.

“Tersangka terakhir kali beraksi di dua minimarket. Total ada 12 minimarket yang sudah dibobol pelaku, yakni sembilan lokasi di Padalarang dan Ngamprah, sementara tiga lokasi lainnya di Cianjur,” ujar Kapolsek Padalarang.

Modus operasi pelaku dengan terlebih dahulu naik ke atap, lalu membongkar plafon. Untuk membuka kunci gembok, Nyanyang menggunakan alat tabung gas kecil dan pemantik seperti alat las. Alat itu untuk memanaskan kunci dan mematahkannya.

“Setelah masuk ke toko, dia (Nyanyang) lantas mencari CCTV, lalu memutus kabel yang tersambung ke layar monitor sehingga aksinya tidak terekam kamera pengintai,” katanya.

 

BACA JUGA: Teror Warga Pakai Samurai dan Celurit, Anggota Geng Motor di Majalengka Ditangkap

 

Setelah itu, tersangka dengan leluasa menggasak barang-barang yang ada di dalam toko. Kebanyakan rokok. Tersangka kemudian kabur lewat jalan awal saat masuk, yakni melalui bagian atap toko.

Barang hasil curian lalu serahkan ke penadah Muhaimin bin Mupdar dan Ridwan Firmansyah untuk dijual. Jika barang sudah terjual, Nyanyang akan mendapat bagian dari uang penjualan.

Atas perbuatannya, tersangka Nyanyang dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara lebih dari 7 tahun. Dua penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun penjara.

Sementara tersangka Nyanyang mengaku belajar sendiri cara membobol atap dengan melelehkan gembok. Begitu juga cara memutus kamera CCTV supaya dia bisa leluasa menggasak barang curian di dalam toko.


Editor : Maria Christina