108.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Menuju Jawa Barat pada H-1 Libur Imlek
BANDUNG, iNews.id - Sedikitnya 70.000 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Jawa Barat (Jabar), pada H-1 libur Imlek, Kamis (11/2/2021). Volume kendaraan tersebut naik hingga 32 persen, dibandingkan waktu normal.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dwimawan Heru, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengatakan, tercatat sebanyak 146.889 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-1 atau 11 Februari 2021, jelang libur Imlek tahun 2021. Namun untuk hari ini, belum ada data terbaru.
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).
"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 11persen jika dibandingkan lalin normal," ujarnya, Jumat (12/2/2021).
Namun begitu, dari total kendaraan tersebut, sekitar 108.000 kendaraan masuk ke wilayah Jabar.
"Mayoritas atau sebanyak 75.383 kendaraan menuju arah timur dan 33.079 kendaraan menuju arah Selatan. Sisanya menuju barat," katanya.
Rincian kendaraan yang menuju ke timur yaitu di GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 38.391 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 30,6 persen dari lalin normal. GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 36.992 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik 32,9 persen dari lalin normal.
"Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 75.383 kendaraan, naik sebesar 31,7 persen dari lalin normal," katanya.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan atau lokal melalui GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi sebanyak 33.079 kendaraan, naik sebesar 8,7 persen dari lalin normal.
Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. "Isi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara," katanya.
Editor: Maria Christina