Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyarankan warga sehat mendapatkan vaksin flu di tengah peningkatan kasus Influenza A. (Foto: iNews TV/BILLY MAULANA FINKRAN)

BANDUNG, iNews.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyarankan masyarakat yang dalam kondisi sehat untuk mendapatkan vaksin flu di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap kasus Influenza A.

Imbauan tersebut disampaikan setelah kunjungan pasien ke IGD RSUD Bandung Kiwari melonjak dalam tiga pekan terakhir.

Farhan meminta masyarakat tidak menganggap remeh gejala flu. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan bersama seluruh fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi peningkatan kasus.

"Sebaiknya bagi yang sehat saya sarankan suntik vaksin flu," ujarnya, Jumat (25/9/2026).

Pemkot Bandung juga meningkatkan kesiapsiagaan di puskesmas dan rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi potensi peningkatan kasus dengan pola kewaspadaan seperti saat pandemi Covid-19.

Farhan menyebut terdapat sejumlah kasus yang mendapat penanganan di rumah sakit. Dia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus Influenza A di wilayahnya.

"Super flu di Kota Bandung ada beberapa ya. Kalau kita lihat di rumah sakit ada yang diisolasi," katanya.

Untuk mencegah penyebaran, Farhan mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu. Dia juga meminta orang tua tidak memaksakan anak yang sedang sakit untuk tetap mengikuti kegiatan sekolah.

"Untuk warga bila ada yang sakit flu jangan anggap remeh. Kalau anak-anak flu jangan sekolah dulu, ke dokter dulu, persis seperti Covid," ucapnya.

Di tengah peningkatan kasus tersebut, kunjungan ke IGD RSUD Bandung Kiwari tercatat mencapai 2.860 pasien selama periode 1-21 September 2026. Dari jumlah tersebut, 61 persen pasien melanjutkan perawatan di ruang rawat inap, sedangkan 31 persen lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Pasien yang ditangani didominasi anak-anak dengan keluhan demam tinggi secara mendadak. Sementara pada pasien dewasa, salah satu kondisi yang banyak ditemukan adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru.

Lonjakan kunjungan tersebut sempat membuat kapasitas ruang rawat inap RSUD Bandung Kiwari penuh. Kondisi ini menyebabkan rata-rata 10 pasien per hari harus menunggu ketersediaan kamar setelah mendapatkan penanganan di IGD.

Meski terjadi penumpukan pasien, rumah sakit memastikan tidak melakukan penolakan terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan medis. Seluruh pasien tetap menjalani pemeriksaan awal dan proses triase berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya.

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman menegaskan pelayanan tetap diberikan kepada seluruh pasien yang datang. Penanganan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kegawatan masing-masing pasien.

"Kami tidak pernah menutup pintu bagi pasien yang membutuhkan penanganan. Setiap pasien yang datang tetap diperiksa dan menjalani proses triase sesuai tingkat kegawatdaruratannya," ujar Arief, Jumat (25/9/2026).


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network