BANDUNG BARAT, iNews.id – Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026) siang.
Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi kini menjadi 13 orang. Sedangkan 77 korban lainnya masih dalam pencarian.
Proses evakuasi berlangsung dramatis di bawah guyuran hujan gerimis. Petugas pun harus berhati-hati menyisir material tanah yang masih labil.
Kedua jenazah yang ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut langsung dibawa oleh petugas menggunakan kantong jenazah menuju Puskesmas Pasirlangu.
"Dua korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pagi ini. Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis," kata petugas di lokasi kejadian.
Seluruh warga yang selamat kini menempati posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Pemerintah daerah bersama relawan telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan instan, pakaian, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Pencarian hari kedua ini dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur kekuatan. Petugas gabungan kini mengerahkan alat berat (Ekskavator) untuk mengeruk material tanah yang menimbun puluhan rumah. Selain itu, anjing pelacak (K-9) untuk mendeteksi titik-titik keberadaan korban di bawah timbunan longsor yang mencapai kedalaman beberapa meter.
Petugas masih memfokuskan pencarian pada titik-titik yang diduga kuat merupakan area ruang tamu atau kamar rumah, di mana warga diperkirakan sedang berada saat longsor terjadi pada Sabtu dini hari lalu.
Kondisi tanah di lokasi bencana terpantau masih sangat jenuh air dan berpotensi mengalami pergerakan susulan.
Petugas di lapangan terus memantau pergerakan tanah di bagian atas bukit untuk memastikan keselamatan personel SAR yang sedang bekerja di area bawah.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul bencana tanah longsor yang menyapu puluhan rumah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Penetapan status ini dilakukan saat Bupati meninjau langsung lokasi bencana dan posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu guna memastikan percepatan evakuasi serta penyaluran bantuan logistik bagi para korban.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait