Rumah ambruk di Kelurahan Paoman RT 001 RW 002, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)

INDRAMAYU, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan satu rumah warga di Kelurahan Paoman RT 001 RW 002, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ambruk. Musibah tersebut terjadi pada hari Minggu 1 Januari 2023 kemarin.

Ketua RT setempat, Sohibul, menyampaikan, rumah milik Ruminih (63) yang dihuni bersama 2 anak dan 2 cucunya itu saat ini kondisinya rusak berat. Atap bangunan rumahnya ambruk diterjang hujan deras disertai angin kencang.

"Kebetulan bangunannya sudah rapuh, lalu ditimpa hujan deras dan angin yang kencang, jadi ya ambruk. Untungnya tidak ada korban jiwa," ujar dia, kepada iNews.id di lokasi rumah ambruk, Kamis (5/1/2023).

Sebelum ambruk, Sohibul menuturkan, kondisi bangunan rumah tersebut memang sudah sangat rawan roboh serta layak untuk diperbaiki. Namun, sang pemilik mengaku kepadanya tidak mempunyai biaya untuk renovasi. 


Oleh karenanya, sebagai ketua RT, Sohibul mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada Baznas Kabupaten Indramayu melalui kelurahan, pada 11 November 2022 lalu. Sayangnya, hingga saat ini permohonan tersebut belum juga direalisasi.

"Saya melihat rumah ini sudah rapuh sementara pemilik tidak ada biaya untuk renovasi. Maka, untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, saya pun mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas melalui kelurahan, namu belum juga direalisasi. Sehingga terjadilah seperti ini, pas musim hujan ambruk," tutur dia.

Sohibul pun merasa khawatir, jika rumah itu tidak segera dilakukan perbaikan menyeluruh, maka kondisinya akan semakin rapuh dan dapat membahayakan warga sekitar, terlebih saat ini sedang musim penghujan dan angin kencang.

"Saya sangat khawatir, soalnya di sini banyak anak kecil dan orang tua. Saya takut ada apa-apa. Apalagi sudah ada kejadian seperti ini, jadi saya tambah khawatir," kata dia.


Sementara, Ruminih (63) pemilik rumah mengatakan, rumah tersebut usianya sudah puluhan tahun dan belum pernah dilakukan renovasi, sehingga pada bagian dinding serta atap rumah mengalami rapuh, akibatnya sangat mudah roboh.

"Ini rumah peninggalan mendiang mertua saya, usianya sudah puluhan tahun dan belum pernah direnovasi, karena saya tidak ada biaya. Sementara suami saya juga sudah meninggal," kata dia.

Ruminih berharap, ada bantuan dari pemerintah agar rumahnya tersebut dapat segera diperbaiki. "Biar saya tidak waswas lagi kalau musim hujan dan angin," ucap dia.


Editor : Asep Supiandi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network