PURWAKARTA, iNews.id – Puluhan anak di Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), terjangkit penyakit flu singapura yang diduga disebabkan oleh virus. Kondisi anak berusia 1 hingga 3 tahun itu umumnya mengalami demam tinggi, kulit berbintik-bintik merah dan gatal-gatal, serta radang tenggorokan.
Salah satu lokasi penemuan anak penderita flu singapura di Perumahan Gandasari, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao. Diperkirakan ada 20 anak yang terserang penyakit ini. Orang tua memastikan anaknya diserang virus flu singapura setelah memeriksakan anak-anak mereka ke rumah sakit dan klinik terdekat.
Virus ini membuat para orang tua cemas dan khawatir. Pasalnya, anak-anak yang terserang mengalami demam tinggi, radang tenggorokan, serta kulitnya penuh bercak merah yang berair. Anak-anak menjadi rewel dan tidak mau makan sehingga berat badan mereka turun drastis.
Seperti yang diungkapkan salah satu warga Perumahan Gandasari, Prihatin. Putranya Arka yang berusia 15 bulan menjadi rewel karena terkena flu singapura. Selain susah makan, Arka juga tidak mau minum susu.
“Awalnya anak saya demam dan besoknya keluar bintik-bintik merah di badan dan di mulut. Saya bawa ke dokter, katanya karena virus flu singapura. Sebelumnya tetangga yang kena. Setelah dua minggu, anak saya mulai menunjukkan gejala yang sama,” katanya.
Warga lainnya, Nita mengatakan, putranya Wisnu Arif juga menderita flu singapura. Setelah demam, muncul bintik-bintik merah di telapak kaki, tangan, dan di mulut. “Itu yang bikin susah makan, anak jadi rewel. Di blok satu ini saja kurang lebih 20 anak yang kena penyakit sama. Di blok 2 sama juga katanya ada terjangkit flu singapura, tapi kurang tahu jumlahnya berapa,” kata Nita.
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta Eva Listya mengatakan, flu singapura sedang menjangkit sejumlah anak-anak di Purwakarta di beberapa daerah. Namun, itu tidak dikategorikan kejadian luar biasa (KLB). Selain itu, virus ini tidak masuk kategori mematikan.
“Penyakit ini banyak menyerang balita, rata-rata berusia sampai dengan 5 tahun dan maksimal 10 tahun. Yang dewasa santai saja karena daya tahan tubuh kita sudah kuat,” katanya.
Eva menambahkan, Dinkes Purwakarta sudah berupa menanggulangi dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Karena penyebaran virus flu singapura mudah, Dinkes Purwakarta menyampaikan cara yang bisa dilakukan orang tua agar anaknya tidak terkena.
“Utamanya meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk mencegah penularan, sudah kami lakukan sosialisasi, misalnya anak usia sekolah jangan sekolah dulu kalau sedang terjangkit flu singapura ini,” katanya.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait