INDRAMAYU, iNews.id - Sembilan korban kecelakaan maut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dimakamkan pada Senin (13/7/2026) pagi. Para korban merupakan warga Kampung Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, yang masih bertetangga dan memiliki hubungan keluarga.
Suasana duka menyelimuti permukiman warga sejak pagi. Puluhan anggota keluarga, kerabat, dan tetangga berdatangan ke rumah para korban untuk membantu menyiapkan proses pemakaman.
Sembilan jenazah rencananya diberangkatkan secara bersamaan menuju tempat peristirahatan terakhir. Namun, karena lahan makam di desa tersebut sudah penuh, para korban dimakamkan di empat tempat pemakaman umum (TPU) yang berbeda.
Kepala Desa Cempeh Carkana mengatakan, pemerintah desa bersama warga berupaya memastikan seluruh proses pemakaman dapat diselesaikan pada pagi hari.
"Semua korban insya Allah dimakamkan pagi ini. Ada sembilan orang dari warga desa kami," ujarnya, Senin (13/7/2026).
"Kami dari pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin agar semua korban dapat tertangani dan dimakamkan pagi ini," katanya lagi.
Pihak keluarga sebelumnya berharap para korban dapat dimakamkan di lokasi yang berdekatan. Namun, keterbatasan lahan membuat makam mereka harus tersebar di sejumlah titik.
"Posisi makam kita sudah penuh, jadi nanti perwakilan keluarga akan mencari celah, tidak di satu hamparan akan terpisah," ucapnya.
Warga bersama perangkat desa bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan pemakaman, mulai dari memandikan, menyalatkan hingga mengantarkan jenazah ke pemakaman.
Pemerintah desa juga membuat sejumlah keranda atau tandu tambahan karena banyaknya jenazah yang harus dimakamkan dalam waktu hampir bersamaan. Tokoh agama dari desa tetangga turut didatangkan untuk membantu memimpin rangkaian pemakaman.
Dari sembilan korban asal Desa Cempeh, tiga di antaranya merupakan balita dan anak-anak. Mereka ikut bersama orang tuanya dalam rombongan warga yang baru selesai mengantar pengantin.
Selain mengurus pemakaman, pemerintah desa terus memantau kondisi enam warga yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.
Para korban mengalami luka setelah mobil pikap yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan dua truk di jalur Pantura Indramayu. Benturan keras membuat sejumlah penumpang terlempar dari kendaraan dan menghantam badan jalan.
Kecelakaan tersebut menewaskan total 12 orang. Sebanyak sembilan korban berasal dari Desa Cempeh, sedangkan tiga korban lainnya berasal dari Desa Kiajaran Kulon.
Sementara itu, Tim Traffic Accident Analysis Ditlantas Polda Jawa Barat dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi akan menggunakan teknologi tiga dimensi dan drone untuk mengetahui penyebab utama kecelakaan.
Petugas juga masih memeriksa pengemudi kendaraan yang terlibat. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum mobil pikap rombongan pengantar pengantin dihantam dua truk tersebut.
Editor : Donald Karouw
kecelakaan maut Kabupaten Indramayu tempat pemakaman umum Rombongan pengantar pengantin mobil pikap
Artikel Terkait