BANDUNG, iNews.id – Kasus pembunuhan pemuda yang ditemukan tergeletak tanpa busana dalam parit kebun di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akhirnya terungkap. Polisi menangkap pelaku berinisial RS (23).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, kasus ini terungkap setelah warga melaporkan penemuan mayat pada Sabtu (17/1/2026). Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan intensif.
“Tim bergerak olah TKP dan penyidikan. Pada Senin malam, kami berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,” ujar Aldi, Selasa (20/1/2026).
Hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena merasa tersinggung saat bertemu korban di sebuah warung makan. Keduanya disebut sempat saling bertatapan.
“Pelaku tersinggung karena saling bertatapan dengan korban. Pelaku kemudian mengambil pisau dan menyelipkannya di pinggang,” kata Kapolresta.
Setelah itu, pelaku RS menumpang motor korban dengan alasan hendak membeli rokok. Di tengah perjalanan, dia menghentikan kendaraan dan langsung menyerang korban.
“Pelaku mengiris leher korban dan kembali menusuk perutnya. Korban sempat melawan sebelum akhirnya meninggal dunia,” ucapnya.
Seusai melakukan aksi pembunuhan, pelaku membuang jasad korban di kawasan kebun dan berupaya menghilangkan jejak. Pelaku membakar pakaian serta tubuh korban sebelum meninggalkannya.
Korban kemudian ditemukan warga di parit Kampung Perum, Desa Margamekar, Pangalengan. Kondisi jasad korban sangat mengenaskan.
“Korban ditemukan dalam kondisi tersungkur di parit, tidak mengenakan busana, dan terdapat luka di leher, perut serta luka bakar,” ujar Aldi.
Korban diketahui berinisial VS (20), warga Pangalengan. Polisi menyita sepeda motor dan telepon genggam milik korban sebagai barang bukti.
Atas perbuatannya, RS dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan kekerasan. Tersangka terancam hukuman pidana mati atau penjara maksimal 20 tahun. Polisi menegaskan penyidikan masih terus berlanjut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan motif serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dalam pembunuhan di Pangalengan tersebut.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait