Pelajar SMP di Kuningan Diduga Jadi Korban Penganiayaan hingga Alami Luka Kepala dan Operasi. (Foto: iNews TV/Mahardika)

KUNINGAN, iNews.id - Seorang pelajar SMP di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka di bagian kepala hingga sempat mengalami gangguan ingatan. Korban berinisial MNR harus menjalani operasi setelah mengalami pembekuan darah di otak dan mendapat 30 jahitan di kepala.

Keluarga korban menyebut peristiwa itu diduga dipicu persoalan asmara yang melibatkan korban, terduga pelaku, dan seorang perempuan.

Kakak korban, Dessynia Hafillya mengatakan, kondisi adiknya berubah drastis setelah pulang ke rumah. Saat itu, korban sudah dalam keadaan lemas dan mengaku mendapat kekerasan fisik.

"Yang aku tahu pas datang pulang ke rumah adikku sudah lemas banget. Dia lalu cerita habis ditonjokin tapi tak mau bilang pelaku," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Setelah korban menyebut nama terduga pelaku, keluarga kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta pertanggungjawaban.

"Dia lalu sebut nama pelaku dan saya cari ke rumahnya minta pertanggungjawaban," katanya.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian kepala. Pemeriksaan medis menemukan adanya gangguan kesehatan yang membuat korban harus mendapatkan penanganan intensif.

Keluarga menyebut korban mengalami masalah pada bagian lambung hingga ditemukan pembuluh darah yang pecah dan pembekuan darah di otak.

"Yang sakit di lambung, terus pembuluh darah ada yang pecah, pembekuan darah di otak," ujarnya.

Kondisi korban sempat mengkhawatirkan sebelum menjalani operasi. Selain harus menahan rasa sakit, korban juga mendapat tindakan medis berupa jahitan pada bagian kepala.

"Pas sebelum operasi sering meringis kesakitan. Kepala dijahit sampai 30 jahitan," ucapnya.

Selain luka fisik, keluarga juga melihat perubahan pada kondisi komunikasi dan daya ingat korban setelah kejadian tersebut.

"Tadinya agak gak nyambung, ngelag. Sedikit demi sedikit dibantu dokter untuk mengingat orang," ucapnya.

Keluarga berharap kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar SMP tersebut dapat diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network