Ilustrasi balita tiga tahun di Bandung dicabuli ayahnya yang berprofesi dokter rumah sakit swasta hingga mengalami infeksi menular seksual. (Foto: ist)

BANDUNG, iNews.id – Aksi bejat dilakukan oknum dokter rumah sakit swasta di Bandung berinisial IS. Pelaku tega mencabuli anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun berkali-kali hingga mengalami penyakit infeksi menular seksual.

Kasus bejat ini terungkap setelah ibu korban, MS, menaruh curiga atas perilaku tidak biasa yang diperagakan oleh anaknya. Korban sempat memperagakan adegan dewasa di hadapan sang ibu dan mengaku melihatnya melalui telepon genggam milik ayahnya.

Kecurigaan itu semakin menguat ketika korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. Kepada ibunya, korban mengaku bahwa alat vitalnya kerap dimasuki jari oleh ayah kandungnya sendiri.

Mendapati pengakuan tersebut, ibu korban langsung mengadu kepada anggota Komisi IX DPR, Atalia Praratya. Melalui tim Jabar Bantuan Hukum, korban kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan medis.

Tim Pengacara Jabar Bantuan Hukum, Debi, mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban yang masih balita tersebut terinfeksi penyakit menular seksual (gonore). 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami gonore atau infeksi menular seksual (IMS)," ujar Debi, Rabu (21/10/2026). 

Dari hasil investigasi tim hukum, tindakan asusila tersebut diduga tidak terjadi hanya sekali, melainkan berulang kali. Aksi bejat itu dilakukan pelaku di sebuah hotel di Kota Bandung serta di rumah saat ibu korban sedang pergi. 

Persoalan ini semakin pelik lantaran terduga pelaku IS diduga nekat membawa kabur korban tanpa sepengetahuan maupun persetujuan ibu korban sejak 28 September 2026. 

Pada hari yang sama, ibu korban langsung membuat laporan resmi ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.

Namun, pihak kuasa hukum menyayangkan lambannya penindakan, mengingat hingga lebih dari tiga minggu korban dibawa kabur, belum ada upaya penjemputan paksa terhadap terduga pelaku. 

Berdasarkan informasi penyidik kepada pihak keluarga, keberadaan IS dan korban sementara ini terlacak masih berada di wilayah Jawa Barat, meski titik koordinat pastinya belum dibagikan kepada kuasa hukum.

Tim hukum mendesak kepolisian agar segera menangani kasus ini secara serius dan terbuka, mengingat pelaku merupakan ayah kandung sekaligus tenaga medis yang seharusnya melindungi keselamatan sang anak.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network