MAJALENGKA, iNews.id - Kabupaten Majalengka rawan dilanda bencana hidrometeorologi yang dipicu fenomena La Nina selama musim hujan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, sambaran petir, dan angin puting beliung. Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Majalengka telah menyiapkan tempat evakuasi bagi warga terdampak.
Sepekan terakhir, sejumlah bencana hidrometeorologi mulai terjadi di Kabupaten Majalengka. Seperti yang terjadi di Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi. Warga Desa Sukaraja Kulon meninggal setelah tersambar petir pada Selasa (9/11/2021) lalu.
Selain menewaskan satu warga, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan proyek bangunan seharga Rp4,1 miliar terhenti sementara. Pasalnya, bangunan berupa gerai di Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Panyaweuyan, Kecamatan Argapura itu ambruk akibat diterpa hujan deras.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Majalengka Iskandar Hadi mengatakan, BPBD Majalengka sudah melakukan beberapa persiapan. Selain dalam bentuk imbauan, juga menyiapkan tempat evakuasi bagi warga terdampak bencana.
Editor : Agus Warsudi
Ancaman bencana Antisipasi bencana bencan banjir bencana alam bencana bencana angin puting beliung bencana banjir bencana hidrometeorologi Kabupaten Majalengka
Artikel Terkait