BANDUNG BARAT, iNews.id - Kebakaran melanda kawasan hutan lindung Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu 17 Oktober 2026. Api membakar sekitar 1 hektare tanaman pinus yang ditanam sejak 1967 sebelum berhasil dipadamkan petugas gabungan setelah enam jam penanganan.
Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 12.30 WIB di petak 60 kawasan hutan RPH Cisarua, BKPH Lembang, KPH Bandung Utara, tepatnya di wilayah Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang. Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Benteng Cikahuripan dan sekitar 500 meter dari kawasan Nyawang Bandung.
Petugas gabungan langsung bergerak untuk menjinakkan api yang melalap kawasan hutan tersebut. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB.
Humas Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Endan Cahyadi, mengatakan petugas telah memastikan api berhasil dikendalikan sore hari.
“Pada Sabtu petangnya api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan yang terjun ke lokasi,” ujarnya saat dihubungi iNews Bandung Raya, Minggu (18/10/2026).
Endan menduga kebakaran di petak 60 berkaitan dengan insiden kebakaran sebelumnya di petak 14 pada Jumat (16/10/2026). Bara api yang belum sepenuhnya padam diduga kembali menyala dan memicu kebakaran di area lain.
“Masih ada kemungkinan bara dari kejadian sebelumnya belum sepenuhnya padam, kemudian memicu kebakaran baru di petak 60, apalagi kondisi angin juga berhembus cukup kencang saat kejadian," katanya.
Selain kemungkinan bara api yang tersisa, aktivitas manusia juga diduga menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan.
Setelah api padam, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla), jajaran BKPH Lembang, serta anggota polisi hutan tetap bersiaga di lokasi.
Pemadaman melibatkan unsur Perhutani, termasuk Asper, KRPH Cisarua, KRPH Cikole, komandan regu dan anggota polisi hutan, serta mandor. Danramil Lembang, pengurus dan anggota Koperasi Safari Hutan, serta warga Kampung Pojok Girang juga turut membantu penanganan.
Kebakaran di Tangkuban Parahu menambah catatan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Bandung Barat selama musim kemarau. Berdasarkan data BPBD KBB hingga awal September 2026, kebakaran telah terjadi di 12 dari 16 kecamatan atau sekitar 75 persen wilayah kecamatan di daerah tersebut.
Luas lahan terdampak mencapai sekitar 197.205 meter persegi atau 19,72 hektare. Sebaran kejadian mencakup 70 desa di 12 kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD KBB, Rega Wiguna, mengatakan risiko karhutla di Bandung Barat secara umum berada pada kategori sedang. Meski demikian, sejumlah wilayah memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.
"Tingkat risiko karhutla di Bandung Barat secara umum masuk kategori sedang. Tingkat bahaya dan kerentanan di setiap wilayah tidak sama, namun Kecamatan Cipongkor termasuk daerah yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena tingkat risikonya berada pada kategori tinggi,” kata Rega saat dihubungi terpisah.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait