KARAWANG, iNews.id - Penantian keluarga Chief Officer KM Virgo Transport 8 Zaenal Walad Husen berakhir setelah 19 hari usai kecelakaan kapal. Zaenal, warga Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, dipastikan meninggal setelah identitas jenazahnya terkonfirmasi melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan ciri fisik.
Kabar tersebut diterima keluarga pada Jumat (2/10/2026) dari tim forensik RS Bhayangkara Banjarmasin. Jenazah Zaenal sebelumnya ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah setelah kecelakaan kapal di perairan Laut Jawa.
Adik ipar Zaenal, Niswatun Baroroh (35), mengatakan keluarga sempat mendapat informasi mengenai jenazah dengan ciri-ciri yang menyerupai Zaenal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jenazah tersebut ternyata bukan Zaenal.
“Katanya ada ciri-ciri jenazah yang mendekati ciri-ciri almarhum. Setelah dikonfirmasi lagi dari forensik ternyata bukan,” kata Niswatun dikutip dari iNews Karawang, Minggu (4/10/2026).
Keluarga kemudian menyerahkan sampel DNA anak-anak Zaenal untuk proses identifikasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan difasilitasi Polresta Karawang sebelum dikirim ke Mabes Polri di Jakarta dan selanjutnya dicocokkan dengan data di RS Bhayangkara Banjarmasin.
“Swab di Karawang alhamdulillah bisa difasilitasi di Polresta Karawang, dikirim ke Mabes Polri Jakarta. Dari sana dikirim ke RS Bhayangkara Banjarmasin datanya,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan akhirnya memastikan jenazah yang ditemukan tersebut merupakan Zaenal. Kepastian itu disampaikan tim forensik kepada keluarga melalui sambungan telepon.
“Dikabari hari Jumat dari pihak forensik. Bu Septi Arum, tim forensik dari Banjarmasin RS Bhayangkara, menelepon sekitar jam 12.30. Diinformasikan bahwa jenazah sudah valid dari DNA dan ciri fisik,” tutur Niswatun.
Niswatun mengatakan jenazah Zaenal ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah. Namun, keluarga belum mendapatkan informasi mengenai lokasi persis penemuan jenazah tersebut.
Sejumlah barang yang melekat pada jenazah juga diterima keluarga. Di antaranya ikat pinggang dan celana yang menjadi bagian dari barang milik Zaenal.
“Ditemukannya itu di Kalteng. Tadi juga barusan ada properti yang kami buka. Ada ikat pinggang sama celana, dan memang ada bekas-bekas pasir,” katanya.
Keluarga juga memperoleh informasi dari sejumlah kru kapal mengenai posisi Zaenal sebelum kecelakaan. Zaenal sempat berada di anjungan sebelum kembali turun bersama Mualim II untuk memperingatkan penumpang dan awak kapal.
“Almarhum sudah sampai anjungan, tapi ke bawah lagi dengan Mualim 2 untuk memberikan peringatan,” ujar Niswatun.
Niswatun menyebut KM Virgo Transport 8 membawa 30 awak kapal. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil selamat, sementara lima awak lainnya masih dalam pencarian.
“Kalau enggak salah dari 30 awak kapal, 17 selamat, sisanya meninggal dunia, lima lagi sampai saat ini belum ditemukan,” katanya.
Pencarian terhadap lima awak kapal yang masih hilang masih dilakukan, termasuk oleh TNI AL. Proses pencarian menghadapi kendala karena terdapat sejumlah wilayah yang dinilai berbahaya bagi penyelam.
Jenazah Zaenal tiba di rumah duka di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Karang Salam, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait