PLTS Terapung Cirata diklaim yang terbesar di ASEAN. (FOTO: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata dapat direplikasi di seluruh sungai di Indonesia. PLTS di Waduk Cirata yang berada di tiga kabupaten, Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta itu merupakan yang terbesar di ASEAN.

"Kami sudah melakukan di PLTS Cirata, proyek kerja sama dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) yang bisa direplikasi di seluruh sungai di Indonesia," kata Erick Thohir dalam peringatan HUT Ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) secara daring di Jakarta, Selasa.

Menteri BUMN menambahkan bahwa proyek PLTS ini menghasilkan kapasitas listrik hingga 145 MW dan berpotensi mengurangi emisi sebesar 214.000 ton.

Proyek PLTS Cirata di Jawa Barat merupakan PLTS terapung pertama di Indonesia dan sekaligus yang terbesar di ASEAN. Alternatif penggunaan area perairan sebagai sumber energi dan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan menggunakan area perairan sebagai sumber energi, tidak hanya sektor pertanian yang mendapatkan manfaat, tetapi tentu industri lainnya sekaligus membuka peluang industri baru, penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih besar, harga energi yang lebih terjangkau serta tentu bermanfaat bagi kegiatan sosial dan ekonomi lainnya," ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah mengharapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 145 MW dapat beroperasi sesuai target pada November 2022.

Proyek PLTS terapung pertama di Indonesia yang berlokasi di Waduk Cirata itu telah mencapai tahap penyelesaian pembiayaan atau financial close pada 2 Agustus 2021.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, penyediaan energi bersih melalui pemanfaatan EBT, khususnya energi surya, menjadi salah satu prioritas untuk mencapai target penurunan gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan usaha sendiri.

Kemudian, 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, serta pencapaian target nol emisi (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat. Harga jual listrik dari PLTS Terapung Cirata yang hanya 5,81 sen dolar AS/kWh telah menjadi acuan bagi pengembangan PLTS di Indonesia.

Dadan meminta PLN dapat mendorong pengembangan EBT, termasuk PLTS terapung yang memiliki potensi besar di PLTA eksisting dan waduk.


Editor : Agus Warsudi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network