Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Koalisi Sejajar yang dibangun Partai Golkar bersama Partai Demokrat dengan mengusung duo DM yakni Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar ternyata telah memiliki chemistry. Duo DM bertemu setelah sempat ditinggal partai pendukung masing-masing.

Dedi Mulyadi sempat ditinggalkan Golkar karena mengusung Ridwan Kamil. Namun, akhirnya Golkar kembali memberikan rekomendasi untuk mengusung Bupati Purwakarta itu menjadi calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar) setelah terjadi perubahan struktur kepemimpinan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Deddy Mizwar juga mengalami hal serupa. Awalnya, wakil gubernur (wagub) Jabar itu mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju bersama Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar. Tetapi, munculnya Partai Gerindra dengan mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat, PKS memutuskan untuk melepas Demiz berpasangan dengan Ahmad Syaikhu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, kesepakatan koalisi antara Golkar dan Demokrat telah ditandai dengan penandatangan kesepahaman untuk mengusung Duo DM. Tetapi, partai sepakat tidak akan membahas mengenai komposisi siapa yang akan diusung maju menjadi nomor satu (gubernur) atau nomor dua (wakil gubernur).

Bahkan, Dedi menyebut proses politik yang dialami dirinya dengan wagub Jabar tersebut menjelang pemilihan mendatang nyaris sama. Dia menceritakan, saat itu dirinya sempat 'ditinggalkan' Partai Golkar yang lebih memilih Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar. Namun, setelah proses musyawarah nasional luar biasa (munaslub) dan pergantian ketua umum, partai berlambang beringin itu menunjuk Dedi sebagai calon orang nomor satu di Tatar Pasundan.

"Saat diserahkan surat rekomendasi dari Partai Golkar kepada saya, Pak Demiz ditinggal rekan koalisi. Kalau memang sudah kehendak alam, kita tinggal jalani saja," kata Dedi.

Dedi mengungkap, dia dan Demiz sudah saling memahami dan memiliki chemistry yang sama dan kepedulian besar terhadap lingkungan. Sehingga, dirinya menyerahkan kepada kedua DPP partai politik untuk memiliki kesepahaman sama.

"Saya dan Pak Demiz sudah saling memahami, tinggal kedua partai saling memahami. Saya ada chemistry yang sama, juga sama-sama peduli terhadap alam," ujar Bupati Purwakarta ini.


Editor : Muhammad Saiful Hadi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network