ilustrasi Pungli. (Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap kepala dan wakil kepala sekolah bidang humas SMAN 22 Bandung yang diduga melakukan pungutan liar terhadap siswa mutasi. Namun bentuk sanksi akan diputuskan menunggu gelar perkara Sagas Saber Pungli Jabar.

"(terkait bentuk sanksi) kami lihat dulu rekomendasinya. Karena nanti tim Saber Pungli Jabar menggelar perkara. Akan ada rekomendasi apakah hukuman disiplin atau lanjut aspek pidana," kata Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/1/2022).

Dedi Supandi memastikan, meski masih menunggu hasil gelar perkara Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jabar, disdik akan memberikan saksi terhadap kepala sekolah dan wakasek bidang humas SMAN 22 Bandung.

"Sanksi sesuai rekomendasi Saber Pungli Jabar. Jadi, kedua-duanya akan ditempuh, ya. Secara institusi posisi orang tersebut sebagai kasek dan wakasek, kami lakukan pergantian," ujar Dedi Supandi.

Kadisdik Jabar menuturkan, dalam kasus ini, ada dua orang yang diduga terlibat pungli, mereka adalah wakil kepala sekolah bidang humas, berinisial ER, dan kepala sekolah berinisial H. Namun, Saber Pungli Jabar baru menetap ER sebagai terperiksa. Sehingga, Dedi bilang, akan memperoses terlebih dahulu soal jabatan dari terperiksa ER. 

"Tugasnya dihentikan dulu sebagai wakasek. Nanti proses yang lainnya apakah proses ASN-nya, proses tentang dia sebagai apa, itu mah menunggu proses hukum yang tetap," tutur Kadisdik Jabar.

Sebelum ada kasus ini, kata Dedi, Disdik Jabar sudah melakukan pembinaan dan peringatan kepada seluruh kepala cabang dinas, termasuk kepala sekolah. Kepala cabang dinas di Kota Bandung harus hadir saat gelar perkara yang dilakukan.

"Kami dari disdik akan melakukan pembenahan. Tugas tambahan orang tersebut (H dan ER) sebagai kasek dan wakasek dihentikan," ucap Dedi Supandi. 

Diberitakan sebelumnya, tim Satgas Saber Pungli Jabar membongkar dugaan praktik pungli di SMAN 22 Bandung. Praktik curang ini diduga dilakukan secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang humas terhadap orang tua siswa mutasi. 

"Dari hasil penelusuran, terbukti ada praktik pungli yang dilakukan pejabat di sekolah tersebut. Tadi tim melakukan pengamanan uang, barang bukti, Rp30 juta," kata Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (14/1/2022). 

Yudi Ahadiat menyatakan, tiga orang tua siswa mutasi atau pindah sekolah dari luar Kota Bandung ke SMA 22 Bandung. Sebagai salah satu syarat masuk ke sekolah tersebut, masing-masing orang tua diminta membayar uang Rp20 juta oleh Wakasek Bidang Humas SMAN 2 Bandung.

Terbongkarnya praktik dugaan pungli ini, ujar Yudi Ahadiat, berawal dari pengaduan orang tua murid ke Saber Pungli Jabar. Tim kemudian melakukan penyelidikan dari Kamis sampai tadi Jumat (13-14/1/2022).

"Kami langsung ke lokasi melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga meminta uang adalah wakil kepala sekolah bidang humas saudari ER atas persetujuan atau diketahui oleh Kepala sekolah saudara H terhadap orang tua siswa mutasi," ujar Yudi. 

Kabid Datin Saber Pungli Jabar menuturkan, semula ER meminta uang Rp20 juta kepada setiap orang tua siswa mutasi. Namun orang tua siswa merasa keberatan dengan tarif sebesar itu.

Kemudian mereka melakukan tawar menawar. "Ada negosiasi, menjadi Rp15 juta, kemudian ditawar lagi akhirnya sepakat Rp10 juta. Ternyata setelah tim melakukan pemeriksaan yang mutasi itu ada tiga orang," tutur Kabid Datin Saber Pungli Jabar.

Berdasarkan hasil hasil pemeriksaan sementara, kata Yudi, pihak sekolah beralasan jika uang tersebut untuk kebutuhan kantor. "Alasan apapun tidak ada dasar terkait persyaratan umum maupun khusus untuk dikenai biaya, tidak ada. Jika ada pungutan itu di SOP nya akan dikenakan sanksi yang berlaku," ucap Yudi Ahadiat.


Editor : Agus Warsudi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network