Laki-laki dan perempuan, diduga pasutri, warga Karawang, diburu polisi setelah mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi. (FOTO: Tangkapan Layar)

BANDUNG, iNews.id - Lak-laki dan perempuan, diduga pasangan suami istri (pasutri), warga Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, diburu polisi. Mereka mengaku sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, Polres Karawang sedang mendalami kasus seorang pria dan perempuan paruh baya di Karawang yang mengaku sebagai imam mahdi dan ratu adil tersebut. "(kasus) masih didalami," kata Kabid Humas Polda Jabar kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, petugas Polres Karawang sudah mendatangi pembuatan video yang viral tersebut di Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. 

Namun alamat itu ternyata palsu. Dua orang yang mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil dalam video viral pada Rabu (30/11/2022) itu, belum terdeteksi keberadaannya. "Belum (terdeteksi), alamatnya itu palsu. Itu konten provokasi dan menggunakan alamat palsu," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Diberitakan sebelumnya, Karawang dibuat geger oleh pengakuan seorang perempuan yang menyebutkan Ratu Adil Imam Mahdi Ratu Sunda sudah hadir di wilayah Kutatandingan, Kecamatan Ciampel, Karawang. 

Bencana yang terjadi diberbagai daerah disebabkan oleh Imam Mahdi. Oleh karena itu hanya Imam Mahdi yang bisa memghentikan bencana tersebut.

Video pengakuan berdurasi 1 menit yang beredar di media sosial (medsos) itu membuat warga Karawang heboh. Dalam tayangan video, dua perempuan berkerudung dan seorang lelaki berpeci mengumumkan jika Imam Mahdi sudah datang di Karawang. 

Seorang perempuan berkerudung merah muda secara tegas mengatakan bencana yang terjadi di sejumlah daerah merupakan ulah Imam Mahdi. Hanya Imam Mahdi yang bisa menghentikan. 

"Bencana- bencana makin merajalela di seluruh dunia, yang bikin bencana itu adalah Imam Mahdi. Yang bisa mengamankan itu Imam Mahdi," kata perempuan tersebut.

Pengakuan itu kontak membuat nitizen marah dan menilai tiga orang yang ada dalam tayangan video tersebut sebagai orang gila. Nitizen minta polisi bertindak karena sudah meresahkan.

Sementara itu, Sekda Karawang Acep Jamhuri, mengatakan Pemkab Karawang sudah bertindak cepat dengan menerjunkan petugas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang ke lokasi pembuatan video tersebut. 

Setelah diselidiki diketahui jika.lokasinya berada di wilayah Kutatandingan, Kecamatan Ciampel. Namun saat ditemui rumah tersebut sudah kosong. "Rumahnya kosong dan orangnya sudah kabur," kata Sekda Karawang, Rabu (30/11/22).

Acep Jamhuri menyatakan, Pemkab Karawang masih mencari keberadaan tiga orang yang sudah membuah heboh tersebut. Jika sudah ditemukan, mereka akan dibina. "Kami sudah.kordinasi.dengan kepolisian untuk meminta bantuan mencari ketiga orang tersebut," ujar Acep Jamhuri.


Editor : Agus Warsudi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network