BANDUNG, iNews.id – Partai Hanura secara mengejutkan memutuskan mendukung Ridwan Kamil menjadi calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur (Pigub) Jawa Barat (Jabar). Padahal Partai Hanura di tingkat Jabar sempat merekomendasikan dan mendukung Dedi Mulyadi maju sebagai cagub.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar Dedi Mulyadi menghargai keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura yang berbelok mengusung Ridwan Kamil meskipun Dedi mengaku dekat dengan para kader Hanura di Jabar.
"Saya ini kalau bicara hubungan emosional dengan teman-teman Hanura kan sudah lama (dekat). Tapi kami juga menghormati, dipersilakan saja untuk mengusung siapa pun," kata Dedi saat ditemui di Kota Bandung, Jumat (29/12/2017).
Sebagai kader partai, Dedi juga tidak mau mengomentari lebih jauh soal keputusan Hanura. Dia memahami bahwa partai pasti punya banyak pertimbangan sebelum mengambil langkah.
Urusan dukungan Hanura untuk Ridwan Kamil, itu hak Hanura. Dia tidak akan ikut campur atau berkomentar soal hak Partai Hanura. "Ah, ngapain sih hidup harus ngemasalahin haknya orang lain, enggak boleh. Silakan saja ambil keputusan apa pun karena itu rumah tangga orang lain," ujar Dedi.
Meski tanpa Hanura, Dedi tetap bisa maju di Pilgub Jabar. Sebab, Golkar dan Demokrat Jabar sudah sepakat berkoalisi tinggal mendapat pengesahan dari DPP masing-masing.
Dedi Mulyadi akan dipasangkan dengan Deddy Mizwar yang merupakan kader Demokrat. Tapi, belum jelas komposisi siapa yang jadi cagub dan cawagub.
Seperti diketahui, Hanura telah menyerahkan SK rekomendasi kepada Ridwan Kamil untuk maju sebagai cagub Jabar. SK rekomendasi itu telah diserahkan DPP di Jakarta, pada Kamis, 28 Desember 2018, malam.
Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait