BANDUNG, iNews.id - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyatakan, saat ini, angka Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit Kota Bandung telah mencapai 79,9 persen. Bila angka BOR terus naik di atas 80 persen, fasilitas dan tenaga kesehatan bisa kolaps.
Saat ini, angka BOR di Kota Bandung telah mencapai 79,9 persen. Angka tersebut membuat dia khawatir, di mana kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Peningkatan kasus Covid diduga akibat kondisi pasca-Lebaran Mei 2021 lalu.
"Ini sudah di titik psikologis. Menunjukkan bahwa baik fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatannya sebentar lagi collapse," katanya dalam siaran persnya.
Yana pun ingin meluruskan, regulasi masyarakat tidak boleh melakukan mudik muncul sebab Pemerintah Kota Bandung khawatir siklus peningkatan Covid-19 terjadi. Itu bisa terjadi dua pekan sampai sebulan setelah libur panjang.
"Saya tidak bisa bayangkan kalau kemarin Pemerintah Pusat dan daerah tidak membatasi soal mudik. India saja yang sudah terkendali jadi 9.000-an penambahan (kasus positif Covid-19) per hari. Hari ini sampai 360.000," ucapnya.
Meniru dia, di Kota Bandung saat ini angkanya sudah lebih dari 100 kasus per harinya. Sebelumnya 30-an kasus, dengan angka BOR fluktuatif di angka 60 persen.
Menurut Yana, angka tersebut baru pasca-Lebaran. Sedangkan setelahnya ada libur Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila yang bisa dimanfaatkan libur panjang bersamaan dengan cuti pada sebelum atau sesudahnya.
"Kemarin konsentrasi mencegah libur panjang seminggu sebelum Lebaran. Padahal di tanggal berikutnya ada lagi hari libur yang jatuhnya hari kejepit. Mungkin ada saja orang yang mengambil cuti dan memanfaatkannya jadi libur panjang," katanya.
Yana mengatakan, kunci dalam mengantisipasi penambahan kasus lebih banyak yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kewilayahan dari RT dan RW. Mereka lebih hafal terhadap warganya yang diduga mudik sehingga harus dilakukan test atau melakukan isolasi mandiri.
"Kuncinya itu, kita minta kewilayahan, termasuk TNI-Polri. Kuncinya di sana saja (RT RW), karena lebih paham. Soal infrastruktur, faskesnya, tempat isolasi mandiri untuk yang tidak bergejala kita sudah siapkan. Orang yang bergejala kita minta rumah sakit menambah tempat tidur juga. Mudah-mudahan tidak terpakai," ucapnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait