Bata berukuran raksasa ditemukan di Karawang dan diduga berkaitan dengan struktur bangunan kuno yang masih membutuhkan penelitian arkeologis. (Foto: Istimewa).

KARAWANG, iNews.id - Empat fragmen bata merah berukuran sekitar empat kali lebih besar dari bata modern ditemukan dan disimpan warga Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penemuan ini diduga berkaitan dengan jejak struktur bangunan kuno yang selama ini hanya dikenal melalui cerita turun-temurun masyarakat.

Empat fragmen tersebut berbentuk persegi dengan material menyerupai tanah liat yang dibakar. Ukurannya yang tidak lazim membuat temuan ini menarik perhatian karena di wilayah tersebut terdapat kawasan yang dikenal warga sebagai Tegal Kramat Bata.

Masyarakat setempat sejak lama mengenal Tegal Kramat Bata sebagai kawasan yang pernah ditemukan tumpukan bata berukuran besar. Cerita tersebut diwariskan dari generasi ke generasi, meski sebagian besar bata disebut telah hilang atau diambil warga.

Cerita itu kemudian ditelusuri Benni Burhani, guru SMAN 1 Batujaya yang berasal dari wilayah Lemahduhur. Benni tidak menemukan langsung fragmen tersebut, tetapi mendapat informasi dari seorang warga yang masih menyimpan beberapa potongan bata berukuran besar.

“Pada awalnya sebetulnya cerita tentang penemuan batu bata itu memang sudah sejak lama, dan sudah jadi turun-temurun, istilahnya cerita rakyat di Desa Lemahduhur,” kata Benni dikutip dari iNews Karawang, Rabu (9/9/2026).

Setelah melihat langsung fragmen yang disimpan warga, Benni kemudian melaporkan keberadaan benda tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat serta Badan Arkeolog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang.

“Saya menemukan salah satu warga yang kemudian menyimpan beberapa spesimen batu bata besar itu. Setelah saya lihat, kemudian saya langsung laporkan,” ujarnya.

Secara kasatmata, ukuran dan bentuk fragmen tersebut memiliki kemiripan dengan material bata yang ditemukan di sejumlah peninggalan kuno di Karawang, termasuk kawasan Situs Batujaya.

Kemiripan itu memunculkan dugaan bahwa bata-bata besar tersebut pernah menjadi bagian dari struktur bangunan kuno. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah struktur keagamaan seperti candi, tetapi dugaan itu belum dapat dipastikan tanpa penelitian arkeologis.

Ukuran, bentuk dan bahan bata saja belum cukup untuk menentukan usia, fungsi, maupun asal-usulnya. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah fragmen tersebut memang berkaitan dengan struktur kuno di kawasan Lemahduhur.

Dokumentasi terhadap fragmen dan lokasi temuan juga telah dilakukan sebagai bahan awal pemeriksaan. Titik koordinat lokasi turut diarsipkan untuk membantu proses penelitian lebih lanjut.

“Harapannya tentu ada penelitian lebih lanjut, sehingga kita bisa mengetahui sebenarnya benda ini peninggalan dari masa apa dan apakah memang berkaitan dengan struktur kuno yang ada di wilayah Karawang,” katanya.

Empat fragmen bata tersebut kini masih disimpan dan dirawat warga. Benda itu menjadi petunjuk awal untuk mengungkap apakah cerita mengenai Tegal Kramat Bata memiliki kaitan dengan peninggalan arkeologis di Karawang.

Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap usia, fungsi, serta asal-usul fragmen tersebut. Jika terbukti merupakan bagian dari struktur kuno, temuan di Lemahduhur dapat menambah jejak peninggalan masa lampau di Karawang.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network