CIREBON, iNews.id - Arus balik mulai menunjukkan kepadatan signifikan menjelang puncak gelombang kedua Lebaran 2026. Ribuan pemudik motor terjebak kemacetan hingga 3 kilometer di jalur arteri, tepatnya di Simpang Empat Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026) siang.
Kepadatan ini dipicu tingginya volume kendaraan dari arah Jawa menuju Bandung dan Jakarta.
Pantauan di lokasi, ribuan motor mengular panjang di titik pertemuan arus. Kemacetan terjadi akibat bertemunya beberapa jalur kendaraan di kawasan tersebut.
Meski jumlah kendaraan sempat mengalami penurunan, kepadatan masih terjadi di sejumlah titik rawan. Di sepanjang jalur Pantura Cirebon, terdapat sedikitnya lima titik pertemuan arus yang kerap menjadi penyebab kemacetan.
Selain volume kendaraan pemudik, kemacetan juga diperparah dengan mulai beroperasinya kendaraan berat seperti truk sumbu tiga dan angkutan umum. Kondisi ini membuat arus lalu lintas semakin tersendat, terutama di titik persimpangan.
Untuk mengurai kepadatan pemudik motor, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup secara manual. Prioritas diberikan kepada kendaraan dari arah Jawa yang menuju wilayah Jabodetabek.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di titik kemacetan.
Dinas Perhubungan Cirebon mencatat sebanyak 39.000 kendaraan roda dua melintas di jalur arteri sejak Jumat dini hari hingga pukul 14.00 WIB. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekati puncak arus balik gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu.
Arus balik Cirebon ini menjadi perhatian serius karena kepadatan diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait