65 kasus influenza tipe A terdeteksi di Bandung, Jawa Barat. Dinkes Jabar mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penularan influenza tipe A. (Foto: iNews TV/ERVAN DAVID)

BANDUNG, iNews.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 65 kasus positif influenza A atau super flu. Seluruh kasus yang terdeteksi tersebut sejauh ini berada di Kota Bandung.

Meski tercatat puluhan kasus, Dinkes Jabar mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi penularan influenza tipe A.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Dokter R Vini Adiani Dewi mengatakan, influenza tipe A pada dasarnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

"Influenza tipe A itu sebenarnya penyakit biasa. Penyebabnya virus, bisa sembuh sendiri," ujarnya, Senin (28/9/2026).

Menurut Vini, influenza tipe A memiliki perbedaan dengan flu biasa, terutama dari jenis virus penyebabnya. Gejala yang muncul juga dapat terasa lebih berat.

"Tapi memang, perbedaan dengan flu ya. Kalau flu berasal dari golongan virus yang berbeda dengan tipe A," katanya.

Influenza tipe A yang banyak beredar dikenal sebagai H1N1 atau yang sebelumnya populer disebut flu babi. Penyakit ini dinilai lebih mudah menular dan dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, demam tinggi, pegal-pegal hingga tubuh terasa lemas.

"Influenza tipe A yang banyak beredar adalah lebih dikenal dulu flu babi H1N1. Mudah menular dan gejala lebih berat dari flu, tapi tidak menyebabkan kematian. Tapi untuk yang punya komorbid tetap punya risiko," ucapnya.

Dinkes Jabar menyebut, hingga kini 65 kasus positif influenza tipe A yang terdeteksi berada di Kota Bandung. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi gambaran bahwa penularan hanya terjadi di Bandung.

Pasalnya, tidak seluruh daerah di Jawa Barat memiliki alat whole genome sequencing (WGS) yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi virus secara lebih spesifik.

Selain keterbatasan fasilitas pemeriksaan, masih ada masyarakat yang enggan menjalani tes swab karena biaya pemeriksaan yang dinilai cukup mahal. Kondisi ini membuat data kasus yang terdeteksi belum tentu menggambarkan seluruh kasus yang ada di lapangan.

Di sisi lain, kunjungan masyarakat ke sejumlah rumah sakit di Bandung juga mengalami peningkatan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan pasien meninggal dunia akibat influenza tipe A di Jawa Barat.

Sebagian pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit juga disebut datang atas permintaan atau pilihan pasien sendiri.

Dinkes Jabar tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid serta anak-anak.

Jika gejala influenza tidak membaik dalam waktu tiga hari, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Pencegahan penularan juga dapat dilakukan dengan kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti yang dilakukan selama pandemi Covid-19.

Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat berisiko, menjaga jarak dengan orang yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Masyarakat yang mengalami gejala atau terpapar juga dianjurkan membatasi aktivitas dan melakukan isolasi mandiri untuk mengurangi risiko menularkan virus kepada orang lain.

Dengan langkah pencegahan tersebut, Dinkes Jabar berharap penyebaran influenza tipe A dapat ditekan, terutama di tengah meningkatnya kasus yang terdeteksi di Kota Bandung.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network