BANDUNG, iNews.id - Pascavideo aksi kekerasan di Jalan Braga, Kota Bandung, viral di media sosial (medsos), dua oknum pengamen ditangkap polisi. Unit Reskrim Polsek Sumurbandung dan Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap dua pengamen yang terekam kamera CCTV, Muhammad Andri (17) dan Fikar Firmansyah (17).
Kedua pengamen yang melakukan kekerasan dan diduga hendak memeras korban di sebuah minimarket (bukan kafe seperti diberitakan sebelumnya) itu, ditangkap pada Selasa (18/5/2021) sore.
Tersangka Fikar mengatakan, saat kejadian dia tengah mengamen di salah satu minimarket di Jalan Braga, Kota Bandung pada 11 Mei 2021. Di situ, dia mendatangi korban yang sedang duduk.
Saat didatangi, kata Fikar, korban pergi begitu saja. Sikap korban membuat temannya, tersangka Muhammad Andri tersinggung. M Andri mengejar dan menarik sweater korban.
"Jadi waktu mengamen, si korban pergi gitu aja. Terus sama temen saya di tarik," kata Fikar di Makosatreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (19/5/2021).
Pelaku M Andri mengatakan, saat kejadian, dirinya emosi karena korban tiba-tiba pergi saat didatangi. "Saya enggak tarima dia pergi gitu aja. Saya baru kali ini, berbuat seperti itu (melakukan kekerasan)," ujar M Andri.
Aksi kedua pengamen itu terekam CCTV di minimarket dan viral setelah menyebar di media sosial. Polisi dari Polsek Sumurbandung bergerak cepat untuk mencari pelaku.
"Kedua pelaku kami kenakan Pasal 335 tentang perbuatan idak menyenangkan, dengan ancaman pidana di atas satu tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang didampingi Kapolsek Sumurbandung Kompol Septa.
AKBP Adanan mengemukakan, M Andri dan Fikar Firmansyah kerap mengamen di kawasan Cikapundung, Jalan Asia Afrika dan Dalem Kaum. Kedua pelaku mengaku baru kali ini melakukan kekerasan.
Aksi kekerasan tersebut, ujar AKBP Adanan, dipicu ketersinggungan pelaku lantaran tak diberi uang oleh korban. "Pelaku meminta bayaran (uang). Yang bersangkutan (pelaku M Andri dan Fikar) menyanyi di sana. Korban tidak mau memberi uang. Pelaku tersinggung dan memerasan dan mengancam korban," ujar AKBP Adanan.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video berisi rekaman aksi kekerasan yang diduga dilakukan pengamen terhadap seorang pemuda viral di media sosial. Dalam video terlihat seorang pemuda ditarik dan hendak dipukul lantaran menolak memberikan uang kepada seorang pengamen.
Kejadian yang terekam dalam video berdurasi sekitar 2 menit 7 detik itu, berawal saat dua pengamen masuk ke sebuah minimarket di Jalan Braga. Dua orang pengamen masuk dan menghampiri seorang pengunjung yang tengah duduk di satu meja.
Satu pengamen mengenakan kaus abu-abu dan topi. Sedangkan pengamen satu lagi membawa gitar, mengenakan topi dan sweater putih bergaris biru di lengan. Mereka meminta waktu untuk mengamen kepada pengunjung itu.
Mungkin sedang tak ingin diganggu, pengunjung tersebut terlihat enggan menanggapi. Pengunjung yang mengenakan sweater hitam dan membawa tas merah marun tersebut langsung pergi meninggalkan dua pengamen tadi.
Rupanya sikap pengunjung itu memicu emosi pengamen yang membawa gitar. Si pengamen mendatangi pemuda tadi sambil melepas gitarnya. Dia menarik paksa si pemuda. Terlihat si pengamen memaksa korban untuk keluar dari minimarket dan berkelahi, namun tidak dilayani.
Beruntung pegawai dan pengelola minimarket membantu menenangkan emosi si pengamen. Sedangkan korban masuk ke dalam. Akhirnya, si pengamen pun meninggalkan minimarket tersebut.
Selain video, terdapat keterangan terkait aksi kekerasan yang diduga terjadi di kawasan Braga tersebut. Berikut keterangannya:
"Aksi pemerasan dan melakukan kekerasan terhadap warga di Jalan Braga, Kota Bandung. Berawal dari pengamen yang memaksa meminta uang kepada warga/pengunjung di Jalan Braga, Kota Bandung dan melakukan kekerasan bila tidak dikasih uang.
Kejadian ini bukan satu atau dua kali terjadi tapi sering, beberapa pekan ke belakang. Pengunjung/warga di Jalan Braga merasa resah dengan tindakan oknum pengamen ini. Sekarang oknum pengamen ini sedang dalam pencarian pihak keamanan setempat untuk ditindaklanjuti.
HIMBAUAN
Untuk wisatawan atau pengunjung yang ke jl.braga bilamana ada pengamen meresahkan seperti ini dan melakukan kekerasan, silahkan laporkan kepada pihak berwenang setempat, atau pihak keamanan setempat
Terimakasih"
Keluhan warga terkait perilaku para pengamen di kawasan Jalan Braga telah lama dibahas netizen Kota Bandung. Salah satu akun Twitter yang mengangkat isu ini adalah @bandungfess pada 2020 lalu.
"Euy gimana pendapat kalian tentang pengamen di Braga/Asia Afrika? Urang pernah hampir gelut jeng pengamen pedah te mere duit. Jeng kumaha solusi na
menurut kalian warga Bandung," tulis unggahan admin @bandungfess.
Unggahan itu mendapat tanggapan beragama dari netizen. Ada yang merasa kesal, tapi ada juga yang membela si pengamen. "Berilah da dibere 500 atau 1000 ge moal matak jadi miskin," tulis @terngiangngiang.
Editor : Agus Warsudi
pengamen pengamen jalanan Pengamen Mengamuk pengamen viral kota bandung polrestabes bandung Mapolrestabes Bandung
Artikel Terkait